get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Tergantung Cuaca, Alat Pengering Gabah Otomatis Mahasiswa Untag Surabaya Bikin Petani Bahagia

Bikin Bangga! Game Edukasi Buatan Anak Surabaya Ini Taklukkan 600 Peserta Dunia

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:50 WIB
header img
Game SELINGO yang mengintegrasikan bahasa Inggris dan kesadaran emosi membawa mahasiswa Untag Surabaya meraih prestasi internasional di ISS 2026 Malaysia. (Foto: Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah derasnya arus digital dan perubahan gaya belajar generasi muda, tiga anak muda dari Surabaya memilih menjawab tantangan itu dengan cara berbeda. Mereka tidak hanya menciptakan media belajar bahasa Inggris, tetapi juga merancang ruang aman bagi siswa untuk mengenali emosinya sendiri.

Tim kolaborasi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dari Program Studi Sastra Inggris dan Psikologi sukses meraih Bronze Medal sekaligus Favorite Poster dalam ajang 2nd International Student Summit yang digelar di Malaysia. Kompetisi ini diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai negara.

Tim tersebut terdiri atas Ainilya Salwa Asyiva (Sastra Inggris) sebagai ketua, Devita Permatasari (Psikologi), serta Rava Maulana, siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo jurusan Multimedia yang berperan sebagai pengembang aplikasi.

Inovasi yang mereka usung bernama Self-Emotion and Linguistics (SELINGO). Ini bukan sekadar game edukatif biasa. SELINGO memadukan konsep permainan Ular Tangga, Truth or Dare, dan kuis interaktif dalam satu sistem digital yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif pemain.

Jika pemain menjawab pertanyaan dengan benar, mereka naik level. Sebaliknya, jawaban yang kurang tepat membuat posisi turun. Namun daya tarik utama SELINGO bukan hanya pada mekanisme naik-turun level, melainkan pada pendekatan emosional yang disematkan.

Dalam permainan ini terdapat balok warna yang merepresentasikan emosi:Merah (marah), Kuning (bahagia), Biru (sedih), dan Hijau (tenang)

Saat pemain berhenti di warna tertentu, muncul pertanyaan reflektif dalam bahasa Inggris, seperti: “Have you felt angry in the last two days? Why?”

Melalui mekanisme ini, siswa tidak hanya berlatih menyusun kalimat, tetapi juga diajak memahami dan mengekspresikan kondisi emosinya secara sadar.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut