Kisah Anak Yatim di Surabaya, Pertama Kali ke Mall Mewah dan Rasakan Pengalaman Tak Terlupakan
Di Surabaya, anak-anak tak hanya duduk mendengarkan tausiah. Mereka diberi kesempatan bermain lebih dulu sebelum waktu berbuka tiba. Tawa riang terdengar bersahutan dari arena permainan, mencairkan suasana sore yang sebelumnya terasa canggung.
“Harapannya mereka bisa merasakan kebahagiaan di bulan suci ini,” kata Nurlaila.
Ramadan kali ini memang terasa berbeda bagi Arsyad dan teman-temannya. Di sela menunggu azan magrib, beberapa anak terlihat saling bercerita tentang permainan yang baru saja dicoba. Ada yang takut saat pertama meluncur di arena es, ada pula yang ingin mencoba lagi karena belum puas.
Di sisi lain, Nurlaila menyebut kegiatan sosial ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas pertumbuhan kinerja perusahaan sepanjang 2025. Menurutnya, pertumbuhan tersebut terjadi di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.
“Alhamdulillah, di tengah situasi yang menantang, kami masih bisa bertumbuh hampir 50 persen, baik dari sisi penjualan maupun jumlah member,” ujarnya.
Ia menjelaskan, model pemasaran berbasis jaringan menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan tersebut. Saat jumlah anggota bertambah, distribusi produk ikut meluas, termasuk hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi seperti Palopo, Makassar, dan Kendari.
Tak hanya di dalam negeri, produk perusahaan itu juga telah menembus pasar internasional. Saat ini, distribusi ekspor disebut telah menjangkau 11 negara dengan kontribusi sekitar setengah dari total bisnis.
Beberapa negara tujuan ekspor yang sudah berjalan di antaranya Filipina dan Hungaria. Bahkan, tim perusahaan disebut tengah mengikuti pameran dagang di Budapest sebelum melanjutkan agenda serupa di Chicago, serta bersiap mengikuti pameran di Brasil tahun ini.
Namun bagi Arsyad, angka-angka pertumbuhan dan ekspor itu tak terlalu penting. Yang ia ingat hanyalah sore penuh tawa, lantai licin arena es yang membuatnya nyaris terjatuh, dan momen berbuka puasa bersama teman-teman barunya.
Ramadan tahun ini mungkin akan berlalu seperti biasa. Tapi bagi sebagian anak, satu sore di mall Surabaya telah meninggalkan kenangan yang tak mudah dilupakan.
Editor : Arif Ardliyanto