get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelabuhan Merauke Kewalahan, Asosiasi Logistik Minta Pembangunan Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan

Arus Barang Melejit Jelang Lebaran, Pelabuhan di Jawa Dibanjiri Kontainer Naik hingga 130 Persen

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:54 WIB
header img
Lonjakan arus barang menjelang Lebaran membuat aktivitas pelabuhan di Jawa meningkat signifikan. Volume kargo bahkan diperkirakan naik hingga 130 persen. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menjelang Lebaran 2026, denyut aktivitas di sejumlah pelabuhan besar di Jawa terasa semakin sibuk. Truk-truk pengangkut kontainer silih berganti keluar masuk terminal, sementara para pekerja logistik berpacu dengan waktu agar distribusi barang tetap berjalan lancar di tengah lonjakan permintaan masyarakat.

Momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri memang selalu menjadi periode paling padat bagi industri logistik. Tahun ini, pelaku usaha memperkirakan lonjakan arus barang jauh lebih tinggi dibandingkan hari normal.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, mengungkapkan bahwa volume kargo di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan.

“Volume kargo naik sekitar 130 persen dibandingkan hari biasa,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Lonjakan tersebut terlihat jelas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jika pada hari normal rotasi kontainer berkisar 2.800 unit per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3.000 unit per hari.

Menurut Teguh, peningkatan aktivitas logistik tidak hanya dipicu oleh momentum Lebaran. Pertumbuhan industri di Jawa Tengah turut memberikan kontribusi besar terhadap meningkatnya arus barang.

Sejumlah kawasan industri seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjadi motor baru aktivitas logistik. Kehadiran investor dan bertambahnya perusahaan yang mulai beroperasi membuat throughput pelabuhan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tahun 2023 sekitar 700 ribu TEUs, kemudian 2024 naik menjadi 800 ribu TEUs, dan pada 2025 sudah menembus 1 juta TEUs. Ini peningkatan yang cukup signifikan, padahal perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah berproduksi,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut