get app
inews
Aa Text
Read Next : Makna Misa Natal dan Persiapan Gereja Santa Perawan Maria

Said Abdullah Soroti Ketegangan Timur Tengah, Khawatir Berdampak Global

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:04 WIB
header img
Ketua DPD PDIP Jatim sekaligus Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah. Foto : Lukman Hakim.

​SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Ketua DPD PDIP Jawa Timur (Jatim), Said Abdullah, menegaskan komitmen partainya dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan jati diri sebagai partai nasionalis. 

Hal ini disampaikan di sela kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Kantor DPD PDIP Jatim, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini sebagai bagian dari tradisi rutin partai setiap bulan Ramadan.

​Menurut Said, peringatan hari besar keagamaan bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari nafas perjuangan partai yang menghargai keberagaman.

​"Nuzulul Quran ini adalah bagian dari jati diri kami. Setiap ada acara besar, baik itu Natal bagi kawan-kawan Kristen dan Katolik, maupun acara keagamaan Hindu dan Islam, kami selalu hadir bersama. Kami terus menghidupkan kebhinekaan, baik di internal partai maupun kepada masyarakat luas," ujar Said Abdullah.

​Tak hanya sekadar peringatan, Said menjelaskan bahwa PDIP Jatim bergerak masif melakukan aksi sosial selama bulan suci. Sejak awal Ramadan, pihaknya telah mendistribusikan ratusan ribu paket bantuan untuk meringankan beban ekonomi warga.

​"Di Jatim, mulai tanggal 1 kemarin, kami sudah menyebar 360 ribu paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan gula. Kami ingin selalu bersama anak yatim dan kaum dhuafa melalui pembagian takjil setiap hari dan bantuan pangan ini," tambahnya.

​Di sisi lain, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini juga memberikan perhatian serius terhadap memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Ia menyatakan duka cita mendalam dan mengecam segala bentuk peperangan yang mencederai nilai kemanusiaan.

​"Kami sangat menyesalkan konflik yang terjadi. Perang di manapun tidak akan membawa keuntungan bagi siapa pun, selain membunuh rasa kemanusiaan kita. Kami berharap ketegangan ini segera berakhir agar tidak menjadi beban global yang dampaknya bisa sampai ke Indonesia," tegas Said.

​Ia juga menyoroti peran kepemimpinan global yang dianggapnya memicu instabilitas di kawasan Teluk. Secara khusus, Said memberikan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang dinilai menyulitkan posisi negara-negara di Timur Tengah.

​"Saya tidak mengerti kenapa bara itu ditempatkan di Timur Tengah. Posisi negara-negara Teluk menjadi sangat sulit; membela Israel akan dikecam rakyatnya, namun menyerang Iran juga berisiko berhadapan dengan Amerika," imbuhnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut