get app
inews
Aa Text
Read Next : Hari Lahir Pancasila: Jejak Bung Karno Menemukan Jiwa Bangsa di Bawah Pohon Sukun Ende

Jejak Sekolah Bung Karno Jadi Pusat Kuliner Baru Surabaya

Senin, 08 Juni 2026 | 20:20 WIB
header img
Pernah menjadi tempat belajar Bung Karno, eks Kantor Pos Kebon Rojo Surabaya kini menjadi pusat kuliner heritage. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah hiruk pikuk kawasan Surabaya Utara, sebuah bangunan tua di Jalan Kebon Rojo Nomor 10 terus melanjutkan perjalanan panjang sejarahnya. 

Gedung yang pernah menjadi sekolah tempat Presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) menimba ilmu itu telah melewati berbagai zaman. Mulai dari fungsi pendidikan, kantor pos, hingga kini menjelma sebagai ruang publik kreatif yang ramai dikunjungi masyarakat.

Tiga tahun terakhir, kawasan bekas Kantor Pos Pusat Surabaya tersebut dikembangkan menjadi Pos Bloc Surabaya, sebuah creative hub seluas 1,2 hektare hasil kolaborasi PT Pos Properti Indonesia dan PT Ruang Kreatif Pos. Kawasan ini menghadirkan perpaduan antara sejarah, budaya, seni, dan aktivitas kreatif yang menjadi magnet baru bagi warga kota.

Kini, perjalanan kawasan bersejarah itu memasuki babak baru dengan hadirnya 10 Regentstraat, destinasi kuliner heritage yang resmi dibuka untuk umum sejak 1 Mei 2026.

Chief Business Development & Hospitality Officer PT Pos Properti Indonesia, Endro Tjahjono, mengatakan perkembangan Pos Bloc Surabaya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ruang publik yang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi modern.

"Kawasan ini bukan sekadar properti komersial. Selama dua tahun berjalan, kami melihat masyarakat tidak hanya datang sekali, tetapi kembali lagi. Kehadiran 10 Regentstraat menjadi pelengkap ekosistem yang semakin menghidupkan kawasan ini," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Fenomena kuliner heritage memang semakin diminati, terutama oleh generasi muda yang tidak hanya mencari makanan, tetapi juga pengalaman. Ruang-ruang bersejarah dengan cerita panjang di balik bangunannya kini menjadi daya tarik tersendiri.

Mengusung konsep tersebut, 10 Regentstraat menghadirkan pengalaman bersantap di dalam bangunan cagar budaya yang tetap mempertahankan karakter aslinya. Jendela-jendela besar, langit-langit tinggi, serta dinding bata tua tetap dipertahankan, sementara sentuhan pencahayaan hangat menambah nuansa klasik yang khas.

Tidak hanya menawarkan suasana, restoran ini juga menghadirkan ragam menu yang merefleksikan pertemuan budaya Nusantara dan Belanda yang telah lama menjadi bagian dari sejarah Surabaya. Mulai dari Bitterballen, Klappertaart, Karedok, hingga Limun Cap Badak menjadi bagian dari sajian yang membawa pengunjung menelusuri jejak rasa lintas generasi.

Hadirnya 10 Regentstraat juga menjadi langkah awal pengembangan lanjutan Pos Bloc Surabaya. Ke depan, kawasan ini direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas baru seperti hangar pertunjukan berkapasitas 1.500 orang, ruang kriya lokal, hingga program edukasi sejarah yang akan dibuka secara bertahap.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut menghadiri peresmian restoran tersebut pada 29 April 2026. Kehadiran destinasi baru ini diharapkan semakin memperkuat posisi Pos Bloc Surabaya sebagai ruang publik yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, tetapi juga menjadi tempat masyarakat mengenal kembali sejarah kota yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut