get app
inews
Aa Text
Read Next : Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Hari Lahir Pancasila: Jejak Bung Karno Menemukan Jiwa Bangsa di Bawah Pohon Sukun Ende

Senin, 01 Juni 2026 | 14:44 WIB
header img
Ony Setiawan, Anggota DPRD Jawa Timur. Foto iNewsSurabaya.id/dok

Ony Setiawan, Anggota DPRD Jawa Timur

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini bukan sekadar mengenang pidato bersejarah Bung Karno di hadapan sidang BPUPKI pada tahun 1945, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk menelusuri kembali perjalanan panjang lahirnya dasar negara yang hingga kini menjadi pemersatu bangsa Indonesia.

Pancasila tidak lahir dari ruang kekuasaan yang nyaman ataupun melalui proses yang instan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran, pengalaman hidup, penderitaan rakyat, dan refleksi mendalam para pendiri bangsa. Salah satu kisah yang paling penting untuk dikenang adalah perjalanan Bung Karno saat menjalani masa pengasingan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 1934 hingga 1938.

Di tempat yang jauh dari pusat pergerakan nasional itu, Bung Karno justru menemukan ruang untuk merenungkan masa depan Indonesia. Dalam kesunyian pengasingan, ia memikirkan bagaimana sebuah bangsa yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, budaya, dan keyakinan dapat dipersatukan dalam satu cita-cita bersama.

Sejarah mencatat, di bawah sebuah pohon sukun yang kini menjadi situs bersejarah di Ende, Bung Karno kerap duduk berjam-jam untuk berpikir dan berdialog dengan dirinya sendiri. Dari tempat sederhana itulah lahir gagasan besar mengenai dasar filosofis yang mampu menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bung Karno menyadari bahwa Indonesia yang kelak merdeka membutuhkan landasan yang kokoh. Bukan hanya sebagai alat pemersatu, tetapi juga sebagai pedoman moral dan arah pembangunan bangsa. Dari perenungan panjang tersebut lahirlah lima prinsip yang kemudian dirumuskan sebagai Pancasila, yang untuk pertama kalinya diperkenalkan secara resmi dalam pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Karena itu, Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang sangat mendalam. Peringatan ini bukan sekadar mengenang sebuah tanggal dalam sejarah, melainkan menghormati proses intelektual dan perjuangan panjang yang melahirkan ideologi bangsa. Pancasila adalah buah pemikiran yang berakar pada realitas kehidupan rakyat Indonesia dan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, nilai-nilai Pancasila justru semakin relevan. Kemajuan teknologi, arus globalisasi, serta derasnya informasi yang melintasi batas negara menghadirkan berbagai tantangan baru. Perbedaan pandangan politik, polarisasi sosial, hingga penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah bangsa menuntut kita untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai pedoman bersama.

Nilai ketuhanan mengajarkan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan. Nilai kemanusiaan mengingatkan pentingnya menjunjung martabat sesama manusia. Nilai persatuan menjadi fondasi untuk menjaga keutuhan bangsa. Nilai musyawarah mengajarkan penyelesaian persoalan melalui dialog dan kebijaksanaan. Sementara nilai keadilan sosial menjadi arah dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Generasi muda perlu memahami bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila. Pancasila adalah hasil pemikiran besar yang lahir dari kecintaan mendalam terhadap Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, baik dalam kehidupan bermasyarakat, dunia pendidikan, maupun dalam penggunaan teknologi dan media sosial yang semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jejak Bung Karno di bawah pohon sukun Ende memberikan pelajaran berharga bahwa gagasan besar dapat lahir dari refleksi yang mendalam dan kecintaan yang tulus kepada tanah air. Dari tempat yang sederhana, lahir pemikiran yang kemudian menjadi jiwa bangsa Indonesia hingga hari ini.

Oleh karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila sejatinya bukan hanya mengenang masa lalu. Lebih dari itu, peringatan ini adalah ajakan untuk terus merawat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga Pancasila berarti menjaga persatuan, menjaga kebhinekaan, dan menjaga masa depan Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Pancasila adalah jiwa bangsa, dan mengamalkan Pancasila adalah wujud nyata cinta kepada Indonesia.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut