Markas Polisi Berusia Seabad di Surabaya Ini Simpan Kisah Mistis Noni Belanda
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Markas Polsek Bubutan yang berada di Jalan Raden Saleh No. 2, Bubutan, Surabaya, dikenal sebagai salah satu bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda.
Gedung tersebut diperkirakan dibangun sekitar tahun 1923 dan pada masa itu dikenal dengan nama “Politie Bureau 3e Sectie Boeboetan Soerabaja”.
Pada era kolonial, kantor polisi ini berfungsi sebagai pusat pengawasan keamanan di kawasan Bubutan dan sekitarnya. Kantor tersebut juga membawahi sejumlah pos polisi yang tersebar di berbagai titik untuk menjaga ketertiban masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai cerita mistis yang berkembang di kalangan anggota yang pernah bertugas di tempat tersebut.
Beberapa petugas mengaku pernah mengalami kejadian yang dianggap tidak biasa saat berjaga malam maupun ketika berada di area kantor.
Salah satu kisah yang kerap diceritakan adalah kemunculan sosok yang disebut sebagai “noni Belanda”. Sosok tersebut disebut-sebut pernah terlihat di beberapa sudut bangunan tua tersebut.
Cerita itu juga disampaikan kepada tim iNewsSurabaya.id saat berkunjung ke markas Polsek Bubutan.
Salah seorang anggota, Aiptu Hermono, mengaku pernah mendengar pengalaman rekannya yang mengalami kejadian tidak biasa ketika berada di kantor tersebut.
“Bahkan teman saya pernah bercerita, saat sedang tidur seperti ditarik oleh sosok noni Belanda,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Selain itu, Hermono juga mengaku pernah mengalami peristiwa yang menurutnya sulit dijelaskan ketika sedang menerima laporan dari seorang perempuan bercadar.
“Pernah juga waktu saya menerima laporan dari seorang wanita bercadar. Setelah laporan diterima, beberapa saat kemudian sosok tersebut tiba-tiba sudah tidak ada,” katanya.
Meski demikian, Hermono menilai pengalaman tersebut sebagai bagian dari fenomena yang sering dikaitkan dengan hal-hal gaib.
“Dalam kehidupan manusia, memang ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara logika. Dalam ajaran agama juga disebutkan bahwa kehidupan manusia berdampingan dengan hal gaib,” tuturnya.
Hingga kini, berbagai cerita tersebut masih menjadi kisah yang sering diperbincangkan di kalangan anggota maupun masyarakat yang mengetahui sejarah panjang bangunan tua tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto