get app
inews
Aa Text
Read Next : Kirim Surat ke Kejati Jatim, Unicomindo Desak Pemkot Surabaya Bayar Utang Sampah Rp104,2 Miliar

Eri Cahyadi Murka Usai Warga Tewas Terperosok Lubang Proyek di Margorejo, Ancam Copot Kepala Dinas

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:18 WIB
header img
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bereaksi keras setelah seorang warga tewas akibat terperosok ke lubang proyek saluran air di Margorejo. Investigasi dilakukan, sanksi tegas hingga pencopotan kepala dinas disiapkan. (Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tragedi meninggalnya seorang warga Surabaya akibat terperosok ke dalam lubang proyek saluran air di kawasan Margorejo Indah, depan Plaza Marina, memicu reaksi keras dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Orang nomor satu di Kota Pahlawan itu menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek dan tidak segan menjatuhkan sanksi berat jika ditemukan unsur kelalaian.

Korban diketahui bernama Laila Endriati yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat melintas di lokasi proyek pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 19.55 WIB.

Sebagai bentuk empati, Eri Cahyadi mendatangi rumah duka di Jalan Kawatan 7, Bubutan, Sabtu (13/6/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada suami korban, Edhy Parlyn, dan keluarga besar yang ditinggalkan.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bereaksi keras setelah seorang warga tewas akibat terperosok ke lubang proyek saluran air di Margorejo. Investigasi dilakukan, sanksi tegas hingga pencopotan kepala dinas disiapkan. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Di hadapan keluarga, Eri mengungkapkan bahwa almarhumah bukan sosok asing baginya. Korban diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dan menjadi bagian dari lingkungan yang turut membesarkan dirinya sejak kecil.

"Kampung Kawatan ini adalah kampung yang kekeluargaannya luar biasa. Saya lahir di sini, yang ikut membesarkan saya ya Mbak Endri dan Cak Sera. Karena itu saya meminta izin kepada keluarga untuk datang malam hari agar bisa ikut tahlilan dan bersilaturahmi lebih lama," ujar Eri usai takziah.

Meski memiliki kedekatan secara keluarga, Eri menegaskan bahwa langkah tegas yang akan diambil bukan karena faktor hubungan pribadi, melainkan demi keselamatan seluruh warga Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga korban, di lokasi proyek sebenarnya telah dipasang pembatas atau barrier. Namun, pemasangannya tidak menutup seluruh area sehingga masih terdapat celah di bagian tengah.

Pada kondisi malam hari, celah tersebut diduga tidak terlihat jelas oleh korban yang sedang mengendarai sepeda motor hingga akhirnya terperosok ke dalam lubang proyek.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut