Eri Cahyadi Murka Usai Warga Tewas Terperosok Lubang Proyek di Margorejo, Ancam Copot Kepala Dinas
Temuan awal itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surabaya karena menyangkut standar keselamatan kerja dan perlindungan pengguna jalan.
Menanggapi insiden tersebut, Eri Cahyadi mengaku telah memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan proyek. Ia akan menelusuri apakah seluruh ketentuan keselamatan yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) telah dijalankan dengan benar.
"Ini peringatan keras untuk kontraktor dan kepala dinas. Saya akan melihat dokumen RKS, bagaimana pengamanannya. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinas membiarkan, maka akan ada sanksi seberat-beratnya," tegasnya.
Tidak hanya kontraktor, Eri juga membuka kemungkinan memberikan sanksi kepada jajaran internal Pemkot Surabaya apabila ditemukan kelalaian dalam pengawasan proyek.
Kepala Dinas Terancam Dicopot
Ketegasan Eri terlihat dari pernyataannya yang siap mencopot kepala dinas apabila hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian serius.
"Semua proyek di Surabaya harus sesuai dengan RKS dan dokumen penawarannya. Kalau tidak dijalankan, berarti ada yang tidak beres dalam pengawasannya. Saya tunggu hasil investigasi Inspektorat tiga sampai empat hari ke depan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab, apakah pimpinan proyek atau kepala dinas," katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur untuk mengatasi persoalan banjir memang penting, tetapi tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.
"Pembangunan boleh berjalan, tetapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Surabaya," ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Eri Cahyadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi.
Ia berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek pemerintah agar lebih mengutamakan keselamatan publik.
Selain itu, Eri mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan proyek-proyek yang dianggap membahayakan atau minim rambu peringatan.
"Saya mohon bantuan warga Surabaya. Jika melihat proyek yang tidak memiliki penanda atau pengamanan yang memadai, segera laporkan. Kami ingin mencegah jatuhnya korban, bukan bergerak setelah kejadian terjadi," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto