get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejagung Terbitkan Surat Penegasan Terkait Kasus Utang Sampah Pemkot Surabaya Rp104 Miliar

Warga Tambak Wedi Tolak Mutasi Lurah, Minta Eri Cahyadi Tinjau Ulang Keputusan

Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:00 WIB
header img
Warga Tambak Wedi kompak tolak mutasi Lurah. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sejumlah warga Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, menolak keputusan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang memutasi Lurah Tambak Wedi, Muhammad Yusuf Fian. 

Sikap tersebut disampaikan melalui rapat yang dihadiri pengurus RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, Kamis (9/7/2026).

Pertemuan yang diikuti perwakilan RW 01 hingga RW 04 yang membawahi 56 RT itu menghasilkan kesepakatan untuk mengajukan permohonan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, agar meninjau kembali keputusan mutasi tersebut.

Ketua RW 01 Tambak Wedi, Achmad Sholeh, mengaku kecewa atas kebijakan mutasi yang dinilai dilakukan secara mendadak. Menurutnya, Muhammad Yusuf Fian selama menjabat dikenal aktif membangun komunikasi dengan warga dan responsif terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. "Kami sangat kecewa dan sedih. Mutasi ini membuat syok seluruh elemen masyarakat di Tambak Wedi," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 03 Tambak Wedi, Ade Sugiarto. Ia mengatakan seluruh peserta rapat sepakat menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Surabaya agar mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Kami sudah merasakan angin segar di bawah kepemimpinan Pak Fian. Beliau adalah pemimpin yang memahami kondisi warganya dan memiliki gagasan yang cemerlang untuk kemajuan Tambak Wedi," katanya.

Menurut warga, selama menjabat sebagai lurah, Muhammad Yusuf Fian menjalankan sejumlah program yang mempererat komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Salah satunya melalui program Kopasga (Ngopi Bareng Warga) yang rutin digelar di setiap RW untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan warga.

Dalam forum tersebut, warga juga meminta Pemerintah Kota Surabaya membatalkan mutasi Muhammad Yusuf Fian dan mengembalikannya ke jabatan semula sebagai Lurah Tambak Wedi. Mereka menilai aspirasi masyarakat seharusnya menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

"Kami berkumpul di sini menyatukan suara untuk meminta Bapak Wali Kota Surabaya mengabulkan aspirasi kami. Mencari pemimpin seperti Pak Fian bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, sangat sulit," ujar Ade.

Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat mempertimbangkan permintaan tersebut agar berbagai program yang telah berjalan di Kelurahan Tambak Wedi dapat terus berlanjut.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut