Konflik Timur Tengah Memanas, Travel Umrah di Surabaya Ini Tetap Berangkatkan Jamaah ke Tanah Suci
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran banyak pihak, termasuk calon jamaah umrah dari Indonesia. Namun di tengah situasi tersebut, keberangkatan jamaah umrah dari Surabaya masih tetap berlangsung sesuai jadwal.
Sejumlah jamaah yang telah lama menantikan kesempatan beribadah ke Tanah Suci akhirnya tetap melangkah menuju Makkah dan Madinah. Bagi mereka, perjalanan spiritual ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi momentum yang telah dipersiapkan bertahun-tahun.
Pembimbing utama Nur Hamdalah Travel Surabaya, Ustadz Muhammad Latief, memastikan hingga saat ini operasional keberangkatan jamaah berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Menurutnya, selama maskapai tidak melakukan penundaan ataupun pembatalan penerbangan, jadwal keberangkatan jamaah tetap dilaksanakan sesuai rencana.
“Penundaan atau pembatalan penerbangan akibat konflik Timur Tengah umumnya terjadi pada maskapai luar negeri yang harus transit di beberapa negara terdampak konflik Iran,” ujar Ustadz Muhammad Latief, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, pihak travel menggunakan maskapai dalam negeri yang memiliki rute langsung menuju Arab Saudi melalui jalur selatan yang dinilai masih aman.
“Maskapai yang kami gunakan mengambil jalur penerbangan selatan melalui Yaman, yang hingga saat ini masih aman. Karena itu keberangkatan dan pemulangan jamaah umrah dari Nur Hamdalah Travel tetap berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.
Ustadz Latief juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah Indonesia yang mengeluarkan imbauan terkait situasi keamanan di Timur Tengah. Menurutnya, imbauan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi warganya.
“Tujuan pemerintah tentu baik, yakni menjaga keselamatan warga negara. Kami sangat mengapresiasi imbauan tersebut,” katanya.
Meski begitu, ia berharap ada solusi dari pemerintah, khususnya melalui Kementerian Haji dan Umrah, apabila terjadi penundaan kepulangan jamaah akibat situasi tertentu.
Selama ini, kata dia, biaya tambahan penginapan jamaah yang tertahan di Arab Saudi biasanya harus ditanggung oleh pihak travel. Kondisi ini kerap menjadi beban tambahan bagi penyelenggara perjalanan.
“Jika terjadi penundaan kepulangan, biasanya biaya penginapan ditanggung pihak travel. Ini tentu cukup memberatkan bagi kami,” ungkapnya.
Dalam kondisi normal, Nur Hamdalah Travel Surabaya mampu memberangkatkan lebih dari empat rombongan jamaah setiap bulan. Setiap rombongan rata-rata berisi sekitar 40 orang jamaah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sementara itu, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) Kementerian Agama RI, saat ini sekitar 58 ribu jamaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, proses pemulangan jamaah tetap berjalan. Tercatat sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jamaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Bagi para jamaah, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga pengalaman spiritual yang sarat harapan. Meski dunia di luar sedang diliputi ketegangan, langkah mereka menuju Tanah Suci tetap dilandasi keyakinan dan doa agar perjalanan berlangsung aman hingga kembali ke rumah.
Editor : Arif Ardliyanto