get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelajar yang Hilang di Gunung Ijen Ditemukan dalam Kondisi Lemas, Begini Cerita Tim Penyelamat

Detik-Detik Bocah 7 Tahun di Banyuwangi, Terseret Sungai Saat Kejar Sandal yang Hanyut

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:53 WIB
header img
Kejadian tragis terjadi di Banyuwangi ketika seorang bocah 7 tahun terseret arus sungai saat mengejar sandal yang hanyut. Korban ditemukan meninggal dunia setelah pencarian warga. Foto Surabaya.iNews.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Seorang bocah berusia 7 tahun harus kehilangan nyawanya setelah terseret arus sungai ketika berusaha mengambil sandal miliknya yang hanyut terbawa aliran air.

Kejadian tragis tersebut terjadi di aliran sungai yang berada di belakang SDN 6 Jajag, Kecamatan Gambiran. Saat itu, korban bernama Ahmad Baihaqi Nadhirrizky sedang bermain bersama beberapa temannya di sekitar area sungai.

Menurut keterangan warga, peristiwa bermula ketika sandal yang dikenakan korban terlepas dan jatuh ke sungai. Tanpa berpikir panjang, bocah tersebut berusaha mengambil kembali sandal yang hanyut terbawa arus.

Namun nahas, derasnya arus sungai membuat korban kehilangan keseimbangan. Tubuh kecilnya pun terseret aliran air sebelum sempat diselamatkan.

Teman-teman korban yang menyaksikan kejadian tersebut, yakni Hanan, Hoki, dan Kenza, langsung panik dan berlari menuju rumah korban untuk memberitahukan kepada orang tuanya bahwa Ahmad Baihaqi Nadhirrizky terjatuh ke sungai.

Mendengar kabar tersebut, sang ayah, Vino A’ang Dahniar, segera bergegas menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Ia juga melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwenang agar segera dilakukan pencarian.

Tak lama berselang, Bhabinkamtibmas Desa Jajag Aipda Geger Yuliasmoko bersama warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto, mengatakan tim gabungan bersama warga segera melakukan penyisiran untuk menemukan korban.

“Tim gabungan bersama warga setempat segera melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Setelah dilakukan penyisiran beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujar AKP Dwi Wijayanto.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Al-Rohmah Jajag, Kecamatan Gambiran, untuk memastikan kondisi korban. Namun, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan.

AKP Dwi Wijayanto membenarkan bahwa korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di belakang SDN 6 Jajag.

“Menurut keterangan pihak keluarga, korban diketahui tidak bisa berenang,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepergian Ahmad Baihaqi Nadhirrizky meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta warga sekitar yang mengenalnya sebagai anak yang ceria.

Kapolsek Gambiran juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai maupun area berbahaya lainnya.

Ia berharap peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut