Jelang Lebaran 2026, Serapan Gabah Bulog Jatim Tertinggi Nasional, Petani Dapat Kepastian Harga
Bulog menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen yang sudah dipanen dan dikemas dalam karung.
Langgeng menjelaskan bahwa petani yang sedang memasuki masa panen dapat langsung menghubungi tim Bulog di daerah masing-masing. Selain itu, mereka juga bisa berkoordinasi melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun penyuluh pertanian di desa.
“Kami sering menyampaikan kepada para petani bahwa Bulog kini membeli langsung gabah mereka dengan harga Rp6.500 per kilogram. Tim kami siap datang ke lokasi panen,” jelasnya.
Menjelang Lebaran, Bulog juga mengingatkan pentingnya keamanan transaksi. Oleh karena itu, petani didorong menggunakan sistem pembayaran non-tunai atau transfer langsung ke rekening masing-masing.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko peredaran uang palsu yang biasanya meningkat menjelang hari raya.
Selain itu, Bulog memastikan tim penjemput gabah tetap siaga selama masa cuti Lebaran, sehingga proses pembelian dari petani tidak terganggu.
Tidak hanya gabah, Bulog Jatim juga mencatat kinerja positif pada komoditas jagung pipil kering (JPK). Hingga saat ini, Bulog telah menyerap 40.796 ton jagung, atau sekitar 40 persen dari target nasional 100 ribu ton hingga akhir tahun.
Harga pembelian jagung oleh Bulog ditetapkan Rp6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 14 persen di gudang Bulog.
Dalam proses penyerapan jagung, Bulog mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur melalui jajaran Polres di berbagai daerah. Bahkan, gudang milik Polri turut dimanfaatkan untuk penyimpanan jagung, salah satunya di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Menurut Langgeng, jagung yang diserap tersebut nantinya akan digunakan untuk program stabilisasi harga pakan ternak.
“Jagung ini akan digunakan untuk menjaga stabilitas harga pakan ternak melalui program SPHP jagung. Harapannya harga pakan, telur, dan daging ayam juga tetap stabil,” katanya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, Bulog memastikan stok pangan pokok tetap aman.
Selama Ramadan, harga komoditas penting seperti beras dan minyak goreng juga relatif stabil. Hal ini, menurut Bulog, merupakan hasil kerja sama berbagai pihak seperti Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Polri, Pemprov Jatim, serta Bulog.
Sejak Januari 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 42 ribu ton beras program SPHP serta sekitar 9 juta liter minyak goreng Minyak Kita melalui berbagai saluran distribusi, mulai dari pasar, operasi pasar murah, hingga jaringan ritel pangan.
“Untuk menghadapi Lebaran, stok pangan dipastikan aman. Stok beras nasional sekitar 1 juta ton, sementara Minyak Kita sekitar 2,1 juta liter,” pungkas Langgeng.
Editor : Arif Ardliyanto