Cerita Jennifer, Mahasiswi Untag Surabaya yang Pilih Bantu Pemudik Jadi Relawan di Bungurasih
Menurutnya, Untag Surabaya memiliki budaya organisasi bernama Pertiwi, yang memuat nilai-nilai patriotisme, etika profesi, ramah lingkungan, transparansi, toleransi, integritas, wawasan global, serta inovasi.
“Inovasi ini yang harus dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan akademik. KKN adalah salah satu mata kuliah yang harus menghadirkan sesuatu yang baru bagi masyarakat,” kata Subekti.
Ia menambahkan kehadiran mahasiswa di lokasi mudik diharapkan dapat membantu masyarakat yang sering kali terburu-buru saat melakukan perjalanan pulang kampung.
“Masyarakat yang mudik biasanya serba terburu-buru dan panik. Di situlah mahasiswa Untag hadir untuk membantu mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro mengatakan program ini melibatkan 17 mahasiswa yang secara sukarela menjadi relawan. Mereka ditempatkan di berbagai titik transportasi strategis di Surabaya.
“Kami menempatkan relawan di stasiun, terminal Surabaya, serta beberapa pos pengamanan yang ditunjuk oleh instansi terkait,” jelasnya.
Dalam program tersebut, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan pelayanan mudik bersama di Jawa Timur. Untuk mendapatkan konversi nilai KKN, mahasiswa diwajibkan menjalankan aktivitas minimal 144 jam selama program berlangsung.
Kegiatan sukarelawan mudik ini berlangsung mulai H-5 hingga H+5 Lebaran, yaitu pada 16–27 Maret 2026.
Harjo berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memperluas kontribusi kampus kepada masyarakat.
“Ini bentuk empati dan respons kami terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas manfaat kehadiran Untag Surabaya dalam pengabdian masyarakat,” tuturnya.
Editor : Arif Ardliyanto