Bek Jadi Kiper Dadakan, Sikatan Muda Singkirkan SFC Lewat Adu Penalti di Ramadhan Cup Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Laga penuh drama tersaji dalam turnamen Ramadhan Cup di Lapangan Kavaleri Sumput, Sidoarjo. Sikatan Muda menunjukkan semangat pantang menyerah saat menghadapi Sidoarjo Football Club (SFC). Meski harus bermain dengan 10 pemain, mereka tetap mampu mengunci kemenangan lewat adu penalti yang menegangkan.
Pertandingan semakin menantang bagi Sikatan Muda setelah penjaga gawang utama mereka diganjar kartu merah oleh wasit di tengah pertandingan. Situasi ini membuat tim harus segera melakukan perubahan tak terduga.
Dalam kondisi darurat, pelatih menunjuk Ardian—pemain yang sebenarnya berposisi sebagai bek tengah—untuk berdiri di bawah mistar gawang. Keputusan tersebut awalnya membuat rekan-rekannya sempat cemas, mengingat Ardian bukan kiper murni.

Namun di tengah tekanan pertandingan, justru Ardian tampil luar biasa. Saat laga harus ditentukan melalui adu penalti, pemain bertahan itu berubah menjadi pahlawan. Ia berhasil membaca arah bola dan menepis dua tendangan penalti pemain SFC.
Aksi heroik tersebut memastikan Sikatan Muda keluar sebagai pemenang dalam laga yang berlangsung sengit.
Pelatih Sikatan Muda, Miftachul Huda, mengaku bangga dengan mentalitas para pemainnya yang tetap disiplin meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
“Bermain dengan 10 pemain tentu tidak mudah. Tapi anak-anak tetap kompak, tidak menyerah, dan terus berjuang sampai akhir pertandingan. Ardian juga tampil sangat luar biasa meskipun dia sebenarnya bukan penjaga gawang,” ujar Miftachul.
Di sisi lain, pelatih SFC, Istiqo, menilai pertandingan berlangsung sangat ketat sejak awal. Menurutnya, kedua tim sama-sama menunjukkan semangat bertanding yang tinggi.
“Pertandingan berjalan seimbang dan cukup keras. Kedua tim bermain ngotot, tetapi di babak adu penalti kami memang kurang beruntung. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” kata Istiqo.
Sementara itu, Ardian yang menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut mengaku sempat terkejut ketika diminta menggantikan posisi penjaga gawang.
Ia mengaku hanya berusaha tetap tenang dan fokus saat menghadapi setiap tendangan penalti.
“Saya sebenarnya pemain belakang, jadi sempat kaget ketika harus jadi kiper. Tapi saya mencoba tetap fokus dan membaca arah bola. Alhamdulillah bisa menepis dua penalti dan membantu tim menang,” ujar Ardian.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya membawa Sikatan Muda melaju ke babak berikutnya di turnamen Ramadhan Cup, tetapi juga menjadi bukti kuatnya mental bertanding tim tersebut saat menghadapi situasi sulit di lapangan.
Editor : Arif Ardliyanto