Salat Idulfitri di Surabaya Diwarnai Keheningan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Momen pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di sejumlah wilayah Surabaya diwarnai fenomena tak biasa, Sabtu (21/3/2026).
Sejumlah jemaah mengaku melihat daun dan pepohonan di sekitar lokasi salat tampak tidak bergerak, meski biasanya angin pagi masih terasa.
Fenomena ini salah satunya dilaporkan terjadi di kawasan Masjid Al Akbar Surabaya. Sejak pagi hari, suasana di lokasi salat disebut terasa sangat tenang dan hening, sehingga menambah kekhusyukan ibadah.
Salah satu jemaah, Ahmad Fauzi, mengaku merasakan suasana yang berbeda dibandingkan hari-hari biasa. “Biasanya pagi hari ada angin sepoi-sepoi, tapi tadi terasa sangat hening. Daun-daun seperti diam, tidak bergerak sama sekali,” ujarnya.
Fenomena ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian warganet mengaitkannya dengan suasana sakral dan kekhidmatan ibadah di hari kemenangan umat Islam. Tidak sedikit yang memaknainya sebagai tanda kebesaran Allah.
Dalam ajaran Islam, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa seluruh makhluk bertasbih kepada Allah SWT, sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah: “Tidaklah sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, akan tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka” (HR Muslim).
Selain itu, terdapat pula kisah tentang batang pohon yang merintih saat ditinggalkan Rasulullah SAW ketika berpindah tempat khutbah, yang kerap dimaknai sebagai bentuk respons makhluk terhadap peristiwa ibadah.
Meski demikian, fenomena tersebut juga dapat dijelaskan secara ilmiah. Pengamat cuaca menyebut, kondisi daun yang tampak tidak bergerak kemungkinan dipengaruhi kecepatan angin yang sangat rendah pada pagi hari, terutama setelah malam yang relatif tenang.
Stabilitas atmosfer pada waktu tersebut juga membuat lingkungan terasa lebih sunyi, sehingga menciptakan kesan hening yang lebih kuat dibandingkan biasanya.
Terlepas dari berbagai penjelasan tersebut, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jemaah. Banyak yang mengaku semakin merasakan ketenangan dan kekhusyukan saat menunaikan Salat Idulfitri.
Perpaduan antara ketenangan alam dan kekhidmatan ibadah ini menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan, sekaligus mengingatkan bahwa seluruh alam berada dalam kuasa Sang Pencipta.
Editor : Arif Ardliyanto