14 Jamaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat, Mayoritas Meninggal di Tanah Suci
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Memasuki hari ke-30 operasional ibadah haji 1447 H/2026 M, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatat sebanyak 14 jemaah haji asal Jawa Timur (Jatim] dilaporkan meninggal dunia.
Dari total tersebut, 13 jemaah wafat di Arab Saudi, sementara 1 jemaah mengembuskan napas terakhir di embarkasi sebelum sempat terbang ke Tanah Suci.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya para jemaah tersebut.
“Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar As’adul Anam, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan data berkala PPIH Embarkasi Surabaya per 20 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, sebagian besar jemaah yang wafat berada di rentang usia lansia, dengan jemaah tertua berusia 85 tahun.
Satu jemaah yang wafat di embarkasi teridentifikasi atas nama Tini Atmin (56 tahun) dari Kloter 43 Kabupaten Gresik. Almarhumah meninggal dunia akibat gangguan jantung saat menjalani perawatan medis di RSUD Haji Surabaya.
Daftar 13 jemaah asal Jatim yang dilaporkan wafat di Arab Saudi antara lain, Kamariyah Dul Tayib (85) – Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, Samanu Linggan (85) – Kloter 16 Kabupaten Malang, Mat Sahid (79) – Kloter 30 Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D (75) – Kloter 47 Kabupaten Gresik,
Sibiatun Saji (72) – Kloter 33 Kabupaten Lamongan, Abd Wachid (71) – Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, Dumaiyah Gopur (67) – Kloter 6 Kabupaten Pasuruan, Tarni Talikah Kastamun (66) – Kloter 55 Kabupaten Sidoarjo, Asraf Sudam (65) – Kloter 1 Kabupaten Probolinggo,
Rohmat Ridwan (64) – Kloter 41 Kabupaten Bojonegoro, Ngatiyah Marijo (62) – Kloter 91 Kabupaten Jember, Suyono Reso (58) – Kloter 62 Kabupaten Jombang, Fajar Puja Sasmita (53) – Kloter 11 Kota Malang.
Selain data jemaah wafat, faktor kesehatan masih menjadi kendala utama dalam manifest keberangkatan. Hingga saat ini, tercatat ada 12 jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan dan tertahan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Mereka terdiri dari 7 jemaah yang sedang sakit, 3 pendamping, serta 2 jemaah kategori lain yang masih berada di bawah observasi tim medis.
Secara umum, dinamika mutasi keluar karena alasan kesehatan di wilayah kerja Surabaya cukup tinggi. D antaranya melibatkan 40 jemaah yang harus dirawat di RS Haji dan 2 jemaah yang dideteksi hamil di asrama.
Editor : Arif Ardliyanto