Lewat Mural, Generasi Muda Gambarkan Masa Depan Arsitektur Indonesia
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Perkembangan teknologi dan tren desain global membawa tantangan baru bagi arsitektur Indonesia. Di satu sisi, teknologi membuka peluang bagi arsitek untuk menghasilkan desain yang lebih efisien dan inovatif. Namun di sisi lain, derasnya pengaruh global menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan jati diri arsitektur Indonesia.
Persoalan tersebut menjadi salah satu isu yang diangkat dalam Archiexpo 2026 Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya yang mengusung tema “Indonesian Architecture in Society 5.0: Challenges and Opportunities”.
Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Arsitektur Petra (HIMAARTRA) pada 9-11 September 2026 tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi hubungan antara teknologi, kebutuhan manusia, dan nilai-nilai lokal dalam arsitektur.
Dosen pembimbing Archiexpo 2026 sekaligus dosen Arsitektur UK Petra, Christine Wonoseputro, S.T., M.ASD., mengatakan identitas dan nilai lokal merupakan bagian penting yang perlu dipertahankan dalam pendidikan arsitektur.
Menurut Christine, mahasiswa tidak cukup hanya mengenali bentuk fisik arsitektur tradisional. Mereka perlu memahami nilai yang berada di balik bentuk tersebut dan menerjemahkannya ke dalam kebutuhan ruang serta kehidupan modern.
“Jati diri arsitektur Indonesia tetap penting untuk dipertahankan. Karena itu, mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk melihat bentuk fisik arsitektur lokal, tetapi juga memahami nilai dan karakter lokalitas yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam tata ruang,” ujar Christine.
Editor: Arif Ardliyanto