2.000 Saudagar Bugis Bahas Strategi Ekonomi, Bicara Hilirisasi Pertanian Bersama Menteri Amran
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran siswa SMKN 1 Turen yang menunjukkan keterampilan sebagai barista. Dengan penuh percaya diri, mereka meracik kopi di hadapan pengunjung, memperlihatkan kualitas lulusan vokasi yang siap terjun ke dunia kerja.
“Kami ingin menunjukkan bahwa siswa vokasi tidak hanya siap kerja, tapi juga mampu bersaing di dunia usaha dan industri,” kata Aries Agung Paewai.
Antusiasme pengunjung pun terlihat jelas. Stan kopi yang dihadirkan menjadi salah satu titik keramaian selama kegiatan berlangsung. Banyak pengunjung yang tertarik, bukan hanya mencicipi, tetapi juga melihat langsung kualitas keterampilan para siswa.
Bagi Jawa Timur, partisipasi ini bukan sekadar kehadiran simbolis. Lebih dari itu, menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif.
Aries menegaskan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Kolaborasi seperti yang terbangun dalam PSBM dinilai mampu membuka peluang baru bagi pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah.
Melalui forum ini, harapan besar pun disematkan: ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, saling terhubung, dan tumbuh bersama dari kekuatan daerah.
Editor : Arif Ardliyanto