get app
inews
Aa Text
Read Next : H+6 Lebaran, 42 Ribu Penumpang Padati Terminal Purabaya

Cerita Pemudik Madura Ikut Arus Balik dari Surabaya, Berangkat Sebelum Subuh demi Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:51 WIB
header img
Pemudik asal Madura berbagi pengalaman mengikuti arus balik dari Surabaya ke Jakarta yang dinilai lebih hemat dan nyaman dibanding perjalanan mandiri. (Foto: Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Program arus balik gratis yang digelar PT Pertamina Patra Niaga menjadi pilihan banyak pemudik tahun ini. Selain gratis, program ini menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman sekaligus membantu penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang tengah digencarkan pemerintah.

Salah satu peserta, Farid, warga asal Madura, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Bersama keluarganya, ia merasakan langsung manfaat program ini.

“Dilindungi asuransi, hemat sekitar 10 sampai 20 persen. Biasanya satu orang bisa habis Rp700 ribu, ini kita lima orang jauh lebih ringan,” ujarnya dengan wajah lega.


Pemudik asal Madura berbagi pengalaman mengikuti arus balik dari Surabaya ke Jakarta yang dinilai lebih hemat dan nyaman dibanding perjalanan mandiri. Foto arif

Bagi Farid, perjalanan arus balik biasanya identik dengan biaya besar dan kelelahan. Namun kali ini berbeda. Selain gratis, fasilitas yang diberikan juga membuat perjalanan terasa lebih manusiawi.

“Dibawain konsumsi, dapat oleh-oleh juga. Kalau sendiri naik transportasi online atau lainnya, pasti jauh lebih mahal,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Mila, sesama warga Madura. Ia bahkan rela berangkat lebih awal demi memastikan mendapatkan kursi dalam program tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu. Perjalanan jadi lebih ringan dan nyaman, semuanya sudah disiapkan,” katanya singkat, sambil menggenggam tiket keberangkatan.

Antusiasme masyarakat memang terlihat sejak dini hari. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut banyak peserta datang jauh sebelum waktu keberangkatan.

“Sejak pukul 04.00 WIB sudah ada yang datang. Bahkan dari Trenggalek dan Probolinggo juga hadir lebih awal. Ini menunjukkan minat masyarakat sangat tinggi,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh armada yang digunakan telah melalui pengecekan ketat demi keselamatan penumpang. Tak hanya itu, pengemudi dan kru juga menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum perjalanan dimulai.

“Kami pastikan armada laik jalan. Ada pendampingan selama perjalanan melalui WhatsApp yang responsif, konsumsi juga disiapkan, dan kru sudah melalui cek kesehatan,” tambah Ahad.

Lebih dari sekadar layanan transportasi, program ini juga membawa misi yang lebih besar: efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dengan menggunakan transportasi massal, jumlah kendaraan pribadi di jalan bisa ditekan.

“Ini bagian dari edukasi penggunaan energi yang lebih bijak. Selain aman dan nyaman, juga membantu mengurangi emisi,” tegasnya.

Tahun ini, sebanyak 978 peserta diberangkatkan secara serentak dari berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Cirebon, hingga Semarang. Khusus Surabaya, program arus balik ini menjadi yang pertama kali digelar.

“Kalau tahun lalu hanya arus mudik, tahun ini kita tambah arus balik dari Surabaya. Harapannya ke depan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Bagi para peserta, program ini bukan sekadar perjalanan pulang ke kota rantau. Lebih dari itu, ini adalah awal baru untuk kembali bekerja, berkarya, dan melanjutkan kehidupan—dengan langkah yang lebih ringan.

“Yang penting kami bisa kembali dengan aman dan tidak terbebani biaya,” tutur Farid, sebelum naik ke dalam bus yang akan membawanya kembali ke Jakarta.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut