Tak Lagi Jadi Beban, Sampah di Surabaya Kini Diubah Jadi Sumber Energi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bau sampah yang selama ini akrab di sudut-sudut kota perlahan diharapkan berubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai: energi listrik. Di tengah persoalan sampah yang kian kompleks, pemerintah di kawasan Surabaya Raya mulai bergerak serius mengubah limbah menjadi sumber energi baru terbarukan.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang melibatkan sejumlah kepala daerah di kawasan aglomerasi. Kesepakatan itu diteken langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama para bupati dan wali kota sekitar, di Gedung Negara Grahadi.
Momentum tersebut turut disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Bagi warga, program ini bukan sekadar proyek pemerintah. Ini adalah harapan baru agar kota yang mereka tinggali bisa lebih bersih, sehat, dan bebas dari persoalan sampah yang selama ini menumpuk.
Gubernur Jawa Timur Khofifah menegaskan, kerja sama ini bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi bagian dari transformasi besar dalam memandang sampah.
“Ini bukan lagi masalah semata, tetapi potensi. Kita ingin menghadirkan energi baru terbarukan dari limbah, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, kunci keberhasilan proyek ini terletak pada kolaborasi lintas daerah. Hal ini sejalan dengan aturan pemerintah yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari agar fasilitas pengolahan dapat beroperasi optimal.
Di kawasan Surabaya Raya sendiri, total produksi sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari. Angka tersebut berasal dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, hingga Lamongan. Seluruh pasokan ini nantinya akan menjadi bahan baku utama pembangkit listrik berbasis sampah.
Editor : Arif Ardliyanto