get app
inews
Aa Text
Read Next : Realisasi Investasi Jatim 2025 Capai Rp147,7 Triliun, Industri Makanan Masih Jadi Primadona

Lamongan Bersiap Jadi Gerbang Industri ke Indonesia Timur

Selasa, 31 Maret 2026 | 06:49 WIB
header img
PT Jakamitra Indonesia mengembangkan kawasan industri terintegrasi di Lamongan. Foto : istimewa.

LAMONGAN, iNewsSurabaya.id - PT Jakamitra Indonesia (Jakamitra) meluncurkan i-Sentra @Lamongan, kawasan industri Smart-Eco generasi terbaru di Lamongan, Jawa Timur. 

Kawasan ini diproyeksikan menjadi gerbang dan pusat aktivitas industri menuju Kawasan Indonesia Timur, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi regional.

Sebagai pengembang nasional, Jakamitra menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui proyek tersebut. Kehadiran i-Sentra diharapkan mampu membuka peluang kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong pemerataan ekonomi di Lamongan dan sekitarnya.

Kawasan ini juga diposisikan sebagai motor transformasi ekonomi daerah sekaligus memperkuat peran Lamongan dalam peta industri nasional.

Dirancang sebagai pusat industri masa depan di Jawa Timur, i-Sentra mengusung ekosistem manufaktur terintegrasi yang sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dalam kerangka visi Indonesia Emas.

Secara geografis, i-Sentra memiliki keunggulan strategis karena berada di koridor industri Jawa Timur. Kawasan ini didukung konektivitas logistik yang kuat, termasuk kedekatannya dengan pelabuhan laut dalam berkelas dunia yang berjarak sekitar 1,5 kilometer, serta rencana pembangunan akses jalan tol Tuban–Lamongan–Gresik yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional dan dijadwalkan dilelang pada 2026.

Dengan keunggulan tersebut, i-Sentra berpotensi menjadi simpul logistik dan distribusi penting yang melayani pasar domestik maupun Kawasan Indonesia Timur, yang dikenal memiliki potensi besar di sektor komoditas pertanian untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah hingga ekspor.

Untuk menarik investasi, i-Sentra menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari insentif fiskal, layanan perizinan terpadu satu pintu (one-stop licensing), hingga dukungan program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK). Fasilitas ini ditujukan untuk menarik investasi asing langsung (FDI) maupun ekspansi industri dalam negeri.

Direktur Jakamitra, Benjamin Soenadi, mengatakan bahwa pembangunan i-Sentra tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan tenaga kerja lokal agar pertumbuhan yang tercipta bersifat inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Kawasan i-Sentra terbagi dalam beberapa klaster strategis, antara lain klaster Food and Beverage (F&B), klaster kimia, dan klaster industri umum. Pembagian ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antarindustri sekaligus meningkatkan daya saing kawasan.

Melalui pengembangan klaster pangan dengan fasilitas manufaktur berstandar tinggi, i-Sentra juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan rantai pasok melalui hilirisasi komoditas.

“i-Sentra bukan sekadar kawasan industri, tetapi wujud kontribusi kami untuk Lamongan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, menciptakan peluang, dan memastikan setiap investasi membawa dampak positif yang luas bagi daerah,” kata Benjamin.

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa, Jatim memiliki 13 kawasan industri aktif dan 11 lainnya dalam tahap pengembangan. Kehadiran 24 kawasan industri tersebut membuka peluang investasi yang semakin luas dan merata. "Kawasan industri berperan besar dalam menarik investasi signifikan ke Jawa Timur," ujarnya.

Jumlah 24 kawasan industri ini bukan tanpa alasan. Emil menjelaskan, Jawa Timur adalah provinsi besar dengan populasi sekitar 42 juta jiwa, lebih banyak dibandingkan total penduduk Australia yang hanya 25-27 juta jiwa. 

“Dengan populasi sebesar itu, kebutuhan akan kawasan industri sangat strategis agar arus investasi bisa lebih cepat masuk," katanya. 

Investasi di Jawa Timur kini tidak lagi terpusat di Surabaya dan sekitarnya. Berkat peningkatan konektivitas infrastruktur, geliat industri merambah ke wilayah yang sebelumnya kurang tersentuh investasi. 

Pipa gas kini sudah menjangkau hingga Ploso, Jombang, sementara jaringan tol telah menembus Trenggalek, memperkuat akses industri di wilayah selatan. 

Emil mencontohkan perusahaan manufaktur di Nganjuk yang baru saja meresmikan ekspor produk houseware berbahan plastik ke pasar internasional. "Perusahaan itu memanfaatkan infrastruktur tol yang semakin baik. Ini bukti bahwa daerah-daerah baru kini bisa bersaing di level global," ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut