Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hutan Landa Banyuwangi, 2 Hektare Kawasan Perhutani Hangus Dilalap Api
Advertisement . Scroll to see content

Tragis di Banyuwangi: Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas, Warga Sempat Ketakutan

Selasa, 31 Maret 2026 | 18:57 WIB
  • author Siswanto
Tragis di Banyuwangi: Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas, Warga Sempat Ketakutan
Peristiwa tragis di Banyuwangi, seorang anak diduga menganiaya ibu kandung hingga meninggal dunia. Polisi masih menyelidiki motif, diduga terkait depresi. Foto ist

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suasana dini hari di sebuah sudut permukiman Kampungbaru, Lampon, Desa Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, mendadak berubah mencekam. Warga yang biasanya terlelap, dikejutkan oleh teriakan dan kepanikan dari sebuah rumah, sekitar pukul 01.00 WIB.

Peristiwa itu berujung tragis. Seorang ibu bernama Suratun harus meregang nyawa setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh anak kandungnya sendiri, Adi Setiawan. Kondisi korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan di dalam rumah.

Kabar tersebut cepat menyebar, membuat warga sekitar diliputi rasa takut sekaligus tidak percaya. Bagi mereka, kejadian ini terasa begitu dekat dan sulit diterima.

Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal, aksi kekerasan terjadi di dalam rumah korban. Luka parah yang dialami Suratun diduga akibat serangan pelaku.

“Warga yang mengetahui kejadian itu bernama Dalim. Ia sempat hendak memberikan pertolongan, namun situasi sangat mencekam,” ujarnya.

Dalim, yang menjadi saksi awal, memilih mundur demi keselamatan. Ia melihat pelaku membawa parang, sehingga memutuskan berlari ke pos jaga Marinir Lampon untuk meminta perlindungan sekaligus melaporkan kejadian tersebut.

Tak lama berselang, aparat kepolisian tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti.

Setelah situasi dinyatakan aman, warga bersama petugas mencoba memastikan kondisi korban. Namun nahas, Suratun telah meninggal dunia di tempat.

Selain itu, satu korban lain bernama Dedi mengalami luka parah. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pesanggaran sebelum akhirnya dirujuk ke RS Al Huda Genteng untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah parang, satu pisau, serta sebatang kayu yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Hingga kini, motif di balik tindakan nekat pelaku masih dalam penyelidikan. Namun, dari keterangan sementara, Adi Setiawan diduga mengalami tekanan psikologis sejak berpisah dengan istrinya sekitar tiga hingga empat tahun lalu.

Kasus ini menjadi perhatian serius, bukan hanya karena kekerasan yang terjadi, tetapi juga karena pelaku dan korban memiliki hubungan darah sebagai ibu dan anak.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Pesanggaran untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kami meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang,” pungkas Kompol Maskur.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut