Usia 101 Tahun, Bendungan Peninggalan Belanda Ini Masih Berfungsi Mengairi 1.457 Hektare Sawah
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Dibangun pada masa kolonial Belanda pada 1925, Dam Blambangan di Kabupaten Banyuwangi masih menjalankan fungsi penting bagi pertanian hingga lebih dari satu abad kemudian. Bendungan yang dikenal masyarakat setempat sebagai Dam Singir ini menjadi salah satu infrastruktur pengairan bersejarah yang menopang kebutuhan air ribuan hektare lahan persawahan di Banyuwangi Selatan.
Memasuki persiapan musim penghujan, petugas Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono melakukan pengeringan bendungan yang berada di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Kegiatan tersebut merupakan pemeliharaan rutin tahunan untuk memastikan bendungan dan jaringan irigasinya tetap berfungsi optimal.
Usia Dam Blambangan yang telah mencapai sekitar 101 tahun menjadi gambaran bagaimana infrastruktur peninggalan kolonial masih memiliki peran dalam kehidupan masyarakat. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan sejarah pembangunan pengairan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas pertanian warga hingga saat ini.
Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono, Dedik Junianto, menjelaskan pengeringan dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan dan perbaikan bagian bendungan maupun saluran irigasi. Petugas juga menggelontorkan endapan lumpur atau waled yang menumpuk di dasar saluran.
“Pengeringan ini juga untuk mempersiapkan kedatangan musim hujan. Sehingga, ketika debit air tinggi, sedimentasi atau waled sudah digelontorkan,” kata Dedik.
Menurut dia, pembersihan sedimentasi menjadi bagian penting dari pemeliharaan agar aliran air tidak terganggu oleh endapan yang menumpuk. Langkah ini diharapkan membantu menjaga kelancaran distribusi air ketika debit sungai meningkat pada musim penghujan.
Editor: Arif Ardliyanto