get app
inews
Aa Text
Read Next : Ungu Sukses Hibur 12.000 Penonton di Festival Swara Semesta Surabaya

Ekonomi Jatim Tetap Ngebut 5,33 Persen, Ini Strategi Hadapi Tekanan Global

Sabtu, 04 April 2026 | 08:43 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim menghadiri seminar Jatim Talk. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin meningkat, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah, diperlukan sinergi, kolaborasi, serta langkah adaptif untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim). 

Kinerja ekonomi Jatim tetap solid dengan pertumbuhan sebesar 5,33% (year-on-year/yoy) pada tahun 2025. Capaian ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.

"Dinamika geopolitik global yang semakin meningkat, diperlukan sinergi, kolaborasi, serta langkah adaptif untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi Jatim," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (4/4/2026).

Lebih lanjut Khofifah menekankan bahwa pangan menjadi salah satu kunci menghadapi situasi global yang tidak menentu. Jatim saat ini menjadi provinsi dengan ketahanan pangan terbaik, dan menyuplai berbagai bahan pokok di berbagai wilayah di Indonesia bahkan pasar ekspor.

"Kerja sama perdagangan dan investasi antar daerah tentu harus terus diperkuat. Kemudian percepatan hilirisasi komoditas strategis dan penciptaan iklim investasi kondusif itu juga sangat penting," terangnya.

Khofifah membeberkam kondisi global saat ini berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional termasuk di Jatim.  "Tekanan tentu ada, tapi kita juga harus tetap melihat peluang. Bahwa peluang tetap terbuka melalui pemanfaatan sumber pertumbuhan baru, penguatan iklim investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta dukungan kebijakan strategis yang terarah," jelasnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) Jatim menyerahkan buku Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) kepada Pemprov Jatim yang memuat tujuh rekomendasi kebijakan utama dalam menghadapi potensi tekanan global, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Tujuh rekomendasi kebijakan itu antara lain, pembangunan dan integrasi distribusi barang, percepatan investasi untuk mendukung hilirisasi industri, termasuk komoditas pertanian unggulan, penguatan ketahanan pangan dan agribisnis dalam pengendalian inflasi, pengembangan sektor pariwisata, ekonomi syariah, dan UMKM serta optimalisasi kredit produktif,

optimalisasi pendapatan asli daerah pasca-opsen, percepatan dan perluasan digitalisasi fiskal serta sistem pembayaran serta peningkatan produktivitas tenaga kerja serta kesejahteraan perdesaan. Rekomendasi tersebut merupakan hasil kajian berbasis riset yang disusun melalui karya tulis dalam rangkaian East Java Economic Forum (EJAVEC) 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Ibrahim mengatakan, ketahanan ekonomi Jatim harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor. “Diperlukan sinergi dan adaptasi untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah kondisi global saat ini,” ujarnya. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut