PKB Panaskan Mesin Politik, Targetkan Tembus 10 Kursi di DPRD Surabaya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Meski Pemilihan Umum masih terbilang jauh, geliat politik di Kota Pahlawan mulai terasa. Sejumlah partai politik tak ingin kehilangan momentum, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mulai memanaskan mesin organisasinya dari tingkat daerah.
Suasana itu terlihat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Surabaya yang digelar di kawasan Jemursari, Sabtu (4/4/2026). Bagi para kader, forum ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang penting untuk merumuskan arah perjuangan sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid, menekankan bahwa kekuatan utama partainya terletak pada kehadiran nyata di tengah rakyat. Pria yang akrab disapa Cak Udin itu menyebut, politik tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“PKB harus hadir, bukan hanya saat pemilu. Justru di luar momentum politik, kehadiran itu diuji—apakah kita benar-benar menjadi solusi bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, identitas PKB selama ini lekat dengan pelayanan. Tanpa itu, partai akan kehilangan ruh perjuangannya. Karena itu, Muscab dijadikan titik evaluasi sekaligus penguatan komitmen kader agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Di sisi lain, Cak Udin juga menyoroti proses internal partai yang terus dijaga transparan dan demokratis. Ia menjelaskan bahwa pemilihan kepemimpinan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan panjang—mulai dari usulan daerah, uji kelayakan, tes psikologi, hingga penelusuran rekam jejak.
“Ini bagian dari ikhtiar menjaga kualitas pemimpin. Kita ingin kader yang tidak hanya kuat secara politik, tapi juga matang secara integritas,” jelasnya.
Tak hanya berbicara soal konsolidasi, PKB juga mulai memasang target politik yang cukup ambisius di Surabaya. Partai berbasis Nahdlatul Ulama ini membidik perolehan lebih dari 10 kursi di DPRD Kota Surabaya pada pemilu mendatang.
Target tersebut bukan tanpa alasan. Selain memiliki basis massa yang solid, terutama dari kalangan nahdliyin, PKB menilai peluang untuk memperluas dukungan masih terbuka lebar.
“Kalau kita bisa tembus minimal 10 kursi, dampaknya akan besar. Kita bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” kata Cak Udin dengan nada optimistis.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Surabaya, KH. M. Musyafak Rouf, memastikan seluruh rangkaian Muscab berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh DPP. Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas kader, terutama dalam menerima hasil keputusan organisasi.
Baginya, perbedaan pandangan dalam proses musyawarah adalah hal wajar. Namun setelah keputusan diambil, seluruh kader wajib bersatu untuk memperkuat langkah partai ke depan.
“Siapapun yang diputuskan, itulah hasil terbaik dari musyawarah. Tugas kita adalah mendukung dan menjalankannya bersama,” tegasnya.
Dengan semangat konsolidasi dan target yang mulai dipasang, PKB Surabaya kini bersiap menapaki jalan panjang menuju kontestasi politik mendatang—dengan satu pesan yang terus digaungkan: hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto