get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir Pasuruan Belum Surut, Ancaman Penyakit Mengintai

Petani Jatiarjo di Lereng Arjuno Bangkit, PLN Indonesia Power Siapkan Program Eco Agro Preneur

Sabtu, 11 April 2026 | 11:09 WIB
header img
PLN Indonesia Power UBP Grati dorong ekonomi warga lereng Gunung Arjuno melalui program Eco Agro Preneur berbasis perhutanan sosial di Pasuruan. Foto chandra

PASURUAN, iNewsSurabaya.id– Udara sejuk di lereng Gunung Arjuno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menyimpan harapan baru bagi warga Desa Jatiarjo. Di balik hamparan hutan yang hijau, geliat ekonomi masyarakat perlahan mulai bangkit melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor BUMN.

Upaya itu salah satunya digerakkan oleh PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Grati yang serius mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan petani lokal, arah pembangunan desa kini semakin terarah.

Bagi para petani, forum ini bukan sekadar diskusi. Ini adalah ruang untuk menyuarakan harapan—tentang hasil panen yang lebih bernilai, akses yang lebih luas, hingga masa depan yang lebih pasti bagi keluarga mereka.

Program yang diusung, bertajuk Eco Agro Preneur, menjadi jembatan antara pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokusnya jelas: mengembangkan komoditas lokal tanpa merusak alam yang selama ini menjadi sumber kehidupan.


PLN Indonesia Power UBP Grati dorong ekonomi warga lereng Gunung Arjuno melalui program Eco Agro Preneur berbasis perhutanan sosial di Pasuruan. Foto chandra

Assistant Manager Humas dan Keamanan PT PLN Indonesia Power UBP Grati, Akhmad Khayubi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Menurutnya, perusahaan ingin memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

“Melalui FGD ini, kami ingin memastikan program yang dijalankan bersama mitra binaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan komoditas pertanian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan. Baginya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari terjaganya kelestarian hutan.

“Harapannya, program ini bisa berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melihat langkah ini sebagai strategi penting dalam memperkuat perhutanan sosial. Perwakilan dinas, Sirajuddin, mengapresiasi keterlibatan PLN Indonesia Power yang dinilai mampu mempercepat terwujudnya hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

“Ini sinergi yang sangat baik. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat,” katanya.

Perubahan besar juga dirasakan oleh para petani. Jika sebelumnya mereka hanya berstatus pesanggem—penggarap lahan hutan—kini mereka telah memiliki legalitas resmi untuk mengelola kawasan tersebut. Status baru ini membawa tanggung jawab sekaligus peluang yang lebih besar.

“Sekarang mereka bukan hanya petani, tetapi juga pengelola hutan yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab sesuai prinsip perhutanan sosial,” jelas Sirajuddin.

Dengan legalitas tersebut, para petani di Desa Jatiarjo kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam mengembangkan usaha berbasis kehutanan. Mereka tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga memanfaatkan hasilnya secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara PLN Indonesia Power, pemerintah, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut. Bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga menjaga keseimbangan alam di lereng Gunung Arjuno.

Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim, kisah dari Jatiarjo menjadi bukti bahwa harapan bisa tumbuh dari hutan—selama ada kemauan untuk bekerja bersama dan menjaga alam dengan bijak.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut