Kisah Mahasiswi Semester 6 Pimpin Organisasi Profesional, Sempat Tak Percaya Diri Bertemu Orang
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tak banyak yang menyangka, rasa penasaran sederhana bisa membawa seseorang ke posisi strategis di organisasi profesi. Hal itulah yang dialami Feriona Ayurizta Iliyas, mahasiswi akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Di usianya yang masih muda dan baru menginjak semester 6, Feriona kini dipercaya sebagai Ketua Pengurus Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur periode 2025–2026 generasi ke-12.
Perjalanan Feriona tidak dimulai dari ambisi besar. Justru sebaliknya, ia hanya ingin mencoba sesuatu yang baru.
“Awalnya cuma penasaran kegiatannya seperti apa, jadi saya daftar saja,” ujarnya.
Langkah awalnya dimulai pada Februari 2024, saat ia masih semester 2. Informasi open recruitment Anggota Muda IAI ia dapat dari dosen di kampusnya.
Tanpa ekspektasi tinggi, Feriona mengikuti proses seleksi yang cukup panjang—mulai dari administrasi, tes tulis, hingga wawancara selama hampir tiga bulan. Dari sekitar 100 pendaftar, hanya separuh yang berhasil lolos.
Pengumuman kelulusan pada Mei 2024 menjadi titik awal keterlibatannya di dunia organisasi profesional.
Pada periode pertamanya (2024–2025), Feriona ditempatkan di divisi Research and Development. Posisi ini sempat membuatnya ragu, karena tidak sesuai dengan minat awalnya di bidang keuangan.
Namun, ia memilih untuk tetap bertahan.
“Sempat bertanya juga kenapa ditempatkan di sana, tapi akhirnya dijalani saja. Justru banyak hal baru yang saya pelajari,” ungkapnya.
Keputusan itu menjadi titik balik. Ia mulai aktif dalam berbagai program, termasuk dipercaya sebagai panitia inti di sejumlah kegiatan besar seperti Accounting Study Club hingga workshop nasional.
Selama satu periode, ia bahkan terlibat dalam puluhan program kerja yang memperluas wawasan sekaligus jejaringnya dengan mahasiswa dari berbagai daerah.
Memasuki 2025, Feriona kembali dihadapkan pada pilihan: berhenti atau melanjutkan. Dorongan dari senior membuatnya mencoba melangkah lebih jauh.
Tak disangka, ia justru masuk dalam bursa calon Ketua Umum dan mengikuti tahapan pemilihan, termasuk penyampaian visi-misi.
Di titik ini, rasa tidak percaya diri sempat menghampiri.
“Saya merasa masih belum mampu, apalagi masih semester muda,” katanya.
Namun hasil berkata lain. Feriona berhasil meraih suara terbanyak dan resmi dilantik sebagai Ketua Anggota Muda IAI Jawa Timur.
Momen awal menjabat bahkan tak mudah ia lupakan.
“Saya sampai menangis waktu pertama kali jadi ketua, karena merasa tanggung jawabnya besar sekali,” tuturnya.
Di tengah kesibukan memimpin organisasi lintas kampus, Feriona tetap menjalani perkuliahan dan aktif mengikuti kompetisi.
Lingkungan kampus Untag Surabaya turut menjadi faktor penting dalam perjalanannya. Dukungan dari dosen dan teman-teman membuatnya mampu bertahan dan berkembang.
“Teman-teman saling support, dosen juga sangat membantu,” katanya.
Pesan untuk Mahasiswa: Jangan Takut Mencoba
Bagi Feriona, kunci utama bukan soal kemampuan sejak awal, melainkan keberanian untuk memulai.
Ia percaya, rasa ragu adalah hal yang wajar—namun bukan alasan untuk berhenti melangkah.
“Di awal pasti merasa tidak mampu. Tapi kalau kita percaya diri dan mau belajar, pasti bisa,” pesannya.
Kisah Feriona menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya bisa berkembang di ruang kelas, tetapi juga mampu mengambil peran penting di organisasi profesional dan membangun jaringan sejak dini.
Editor : Arif Ardliyanto