get app
inews
Aa Text
Read Next : Petani Jatiarjo di Lereng Arjuno Bangkit, PLN Indonesia Power Siapkan Program Eco Agro Preneur

Petani Lereng Arjuna Beralih ke Kentang, Panen Lebih Cepat Tak Perlu Tunggu Setahun

Kamis, 23 April 2026 | 05:02 WIB
header img
Program Eco Agro Preneur PLN Indonesia Power bantu petani lereng Gunung Arjuna beralih ke budidaya kentang. Panen 3 bulan, pendapatan meningkat, dan ketahanan pangan Pasuruan makin kuat. Foto hendro

PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Udara sejuk lereng Gunung Arjuna di kawasan Prigen tak hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga cerita perjuangan para petani yang kini mulai bangkit. Di tengah tantangan ekonomi dan ketergantungan pada hasil kopi musiman, secercah harapan hadir lewat perubahan cara bertani yang lebih cepat menghasilkan.

Dulu, warga menggantungkan hidup dari kopi yang hanya bisa dipanen setahun sekali. Kini, mereka mulai beralih ke komoditas hortikultura yang lebih menjanjikan: kentang. Dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan, hasil panen sudah bisa dinikmati.

Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Ada peran program sosial Eco Agro Preneur yang digagas PLN Indonesia Power UBP Grati Pasuruan. Program ini menyasar kelompok perhutanan sosial dengan pendekatan pendampingan intensif dan berkelanjutan.


Program Eco Agro Preneur PLN Indonesia Power bantu petani lereng Gunung Arjuna beralih ke budidaya kentang. Panen 3 bulan, pendapatan meningkat, dan ketahanan pangan Pasuruan makin kuat. Foto hendro

Muhammad Asmadi, Comdev Officer PLN Indonesia Power UBP Grati, menjelaskan bahwa pihaknya melihat potensi besar di kawasan lereng Arjuna, namun belum dimaksimalkan secara optimal.

“Selama ini kopi menjadi sumber penghasilan utama, tapi sifatnya tahunan. Kami mencoba menghadirkan alternatif melalui budidaya kentang agar petani bisa mendapatkan pemasukan lebih cepat,” ujarnya.

Tak sekadar memberikan bantuan bibit, program ini juga menyentuh aspek yang lebih dalam. Para petani mendapatkan pelatihan, pendampingan dari praktisi, hingga dukungan pemasaran hasil panen. Dengan begitu, mereka tidak berjalan sendiri.

Sejak dimulai pada 2023, program ini terus berkembang. Bahkan pada 2026, budidaya kentang ditetapkan sebagai fokus utama penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin petani tidak hanya panen, tapi juga memahami proses dari awal sampai penjualan. Harapannya, mereka bisa mandiri dan berkelanjutan,” tambah Asmadi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut