get app
inews
Aa Text
Read Next : Kampus di Surabaya Ini Bikin Terobosan! Sistem Akademik dan Pembayaran Terkoneksi secara Digital

Dua Kampus di Surabaya Ini Putuskan Kolaborasi, Fokus Perkuat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Kamis, 23 April 2026 | 05:07 WIB
header img
UWP dan UAB Surabaya resmi berkolaborasi lewat MoU Tri Dharma. Fokus pada riset bersama dan pengabdian masyarakat untuk hasilkan inovasi berdampak nyata. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompleks, perguruan tinggi tak lagi bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci, bukan sekadar wacana. Semangat itulah yang terasa kuat dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Wijaya Putra (UWP) dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UAB). 

Bukan hanya seremoni, kerja sama ini membawa harapan baru: bagaimana riset kampus bisa benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.

Di aula kampus UAB Surabaya, suasana hangat terasa sejak awal acara. Para pimpinan kampus, dosen, hingga akademisi berkumpul dengan satu tujuan yang sama—membangun sinergi yang lebih konkret dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


UWP dan UAB Surabaya resmi berkolaborasi lewat MoU Tri Dharma. Fokus pada riset bersama dan pengabdian masyarakat untuk hasilkan inovasi berdampak nyata. Foto ist

Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis di tengah dinamika pendidikan tinggi saat ini.

“Tidak ada institusi yang bisa berdiri sendiri. Melalui kerja sama ini, kami membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk saling belajar, berbagi sumber daya, hingga menghasilkan riset unggulan yang benar-benar berdampak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, banyak hasil penelitian kampus yang berhenti di meja akademik. Lewat kolaborasi ini, UWP dan UAB ingin memastikan riset tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Senada dengan itu, Rektor UAB Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, M.Si., menyebut kolaborasi antar perguruan tinggi sebagai sebuah keniscayaan.

“Kami sangat antusias. Ini bukan hanya kerja sama biasa, tapi peluang untuk melahirkan program inovatif, terutama riset bersama yang selama ini belum maksimal dilakukan antar kampus swasta,” katanya.

Fokus utama kerja sama ini memang terletak pada penelitian kolaboratif. Nantinya, dosen dan mahasiswa dari kedua kampus akan didorong untuk menyusun proposal riset bersama, baik melalui pendanaan mandiri maupun hibah dari pemerintah dan industri.

Tak hanya itu, hasil penelitian juga akan dipublikasikan secara bersama di jurnal nasional terakreditasi hingga jurnal internasional bereputasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas akademik sekaligus reputasi kedua institusi.

Kolaborasi juga menyentuh aspek teknis. Program visiting researcher, pemanfaatan bersama fasilitas laboratorium, hingga forum ilmiah rutin akan menjadi bagian dari implementasi kerja sama ini.

Menariknya, kerja sama ini tidak berhenti di ranah akademik. Kedua kampus juga berkomitmen memperkuat pengabdian kepada masyarakat berbasis riset, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Artinya, inovasi yang lahir dari kampus diharapkan bisa langsung menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Bagi UWP, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Target konkret sudah disiapkan.

“Kami tidak ingin ini hanya seremoni. Minimal akan ada tiga proposal penelitian kolaboratif yang diajukan ke Kementerian dalam waktu dekat,” tegas Dr. Budi Endarto.

Acara penandatanganan MoU ini turut disaksikan jajaran wakil rektor dan dosen dari kedua universitas. Diskusi singkat yang berlangsung setelah seremoni pun membuka berbagai peluang riset unggulan yang bisa segera digarap bersama.

Langkah UWP dan UAB ini menjadi gambaran bagaimana kampus mulai bergerak dari sekadar pusat ilmu menjadi agen perubahan. Ketika kolaborasi terbangun, bukan hanya kualitas lulusan yang meningkat, tetapi juga kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pembangunan masyarakat.

Dari ruang kelas hingga kehidupan nyata, riset kini tak lagi berhenti sebagai teori—melainkan solus

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut