get app
inews
Aa Text
Read Next : Deteksi Dini Masalah Kesehatan, Kader di Sidoarjo Dapat Pembekalan Khusus

Presiden PKS Soroti Pentingnya Meritokrasi dalam Kepemimpinan

Kamis, 23 April 2026 | 06:14 WIB
header img
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzammil Yusuf. Foto : ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzammil Yusuf, menegaskan pentingnya meritokrasi dan kualitas kepemimpinan di tengah tantangan demokrasi modern yang kerap didominasi faktor popularitas.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Daerah (Bimtekda) PKS Jawa Timur. 

Dalam pidatonya, Almuzammil menilai demokrasi yang hanya bertumpu pada elektabilitas tanpa mempertimbangkan kapasitas berisiko melahirkan pemimpin yang lemah.

“Demokrasi hari ini menghadirkan tantangan ketika hanya diukur dari popularitas, bukan kualitas. Padahal, kepemimpinan yang kuat lahir dari sistem yang menjunjung meritokrasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang mampu bertahan kuat karena mengedepankan sistem meritokrasi dalam memilih pemimpin.

Menurutnya, sebagai partai kader, PKS memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menghadirkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara elektoral, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, serta mampu menyuarakan aspirasi publik secara utuh.

Almuzammil menegaskan, tugas kader dan pejabat publik tidak berhenti pada kemenangan dalam pemilu, melainkan harus mampu memahami serta merespons kebutuhan masyarakat secara tepat.

“Jangan hanya mampu mengumpulkan suara untuk mendapatkan kursi, tetapi juga harus mampu menyuarakan hati publik dan menghadirkan solusi,” tegasnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga mendorong para legislator untuk membiasakan pengambilan keputusan berbasis kajian yang komprehensif. Budaya collective genius atau kecerdasan kolektif dinilai penting dalam setiap kebijakan maupun pernyataan publik.

“Sebagai pejabat publik, biasakan mendapatkan masukan yang menyeluruh sebelum berbicara atau mengambil keputusan. Ini bagian dari kualitas kepemimpinan yang harus dibangun,” jelasnya.

Selain itu, Almuzammil mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik. Menurutnya, kesalahan dalam memilih diksi dapat memicu polemik, meskipun substansi yang disampaikan memiliki niat baik.

Dalam konteks yang lebih luas, ia menilai penguatan kualitas kepemimpinan menjadi kunci keberlanjutan peran partai politik di tengah dinamika zaman, termasuk di era digital dan meningkatnya peran generasi muda dalam politik.

Ia pun mengajak seluruh kader PKS, khususnya anggota legislatif di Jawa Timur, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat integritas, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Partai kader harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya dikenal, tetapi juga berkualitas dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut