Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sekadar Ekstrakurikuler, KKRI SMK Di Surabaya Ini Jadi Bekal Siswa Hadapi Era Digital
Advertisement . Scroll to see content

Jiwa Kartini Tumbuh di Sekolah, Siswi Mulai Dominasi Lomba yang Biasa Dilakukan Kaum Pria

Jum'at, 24 April 2026 | 04:52 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Jiwa Kartini Tumbuh di Sekolah, Siswi Mulai Dominasi Lomba yang Biasa Dilakukan Kaum Pria
Peringatan Hari Kartini di SMK Ketintang Surabaya berlangsung meriah dengan lomba kreatif hingga turnamen Mobile Legends yang didominasi siswi, mencerminkan semangat emansipasi masa kini. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih terasa hangat di lingkungan sekolah di Surabaya. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai emansipasi yang diperjuangkan Kartini justru hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Seperti yang terlihat di SMK Ketintang Surabaya. Peringatan Hari Kartini tak hanya diisi dengan upacara formal, tetapi juga dirangkai dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan kreativitas, keberanian, dan kebebasan berekspresi para siswa.

Upacara bendera menjadi pembuka kegiatan. Tim Pasketsa yang bertugas tampil rapi layaknya pasukan paskibraka, menambah kesan khidmat di pagi hari. Dalam amanatnya, pembina upacara Farida mengajak siswa untuk meneladani semangat Kartini yang berani berpikir maju.

“Kalau dulu Kartini melawan keterbatasan dengan tulisan, hari ini kalian bisa melawan rasa malas dengan prestasi,” ujarnya, disambut antusias para peserta upacara.

Namun suasana berubah menjadi lebih hidup usai upacara selesai. Lapangan sekolah mendadak dipenuhi berbagai aktivitas menarik. Mulai dari lomba memasak nasi goreng nusantara, doodle art, hingga pembacaan puisi, semuanya menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang sosok perempuan hebat.

Di sudut lain, karya doodle art menarik perhatian. Gambar-gambar Kartini ditampilkan dengan beragam interpretasi—ada yang menonjolkan sisi anggun, ada pula yang memadukannya dengan unsur budaya lokal seperti rumah adat. Imajinasi para siswa seolah menggambarkan kebebasan berpikir yang dulu diperjuangkan Kartini.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut