Jiwa Kartini Tumbuh di Sekolah, Siswi Mulai Dominasi Lomba yang Biasa Dilakukan Kaum Pria
Yang paling menyita perhatian adalah turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tak disangka, peserta didominasi oleh tim perempuan. Mereka tampil percaya diri dan kompetitif, membuktikan bahwa perempuan juga mampu memimpin strategi dan mengambil peran penting dalam dunia yang selama ini identik dengan laki-laki.
Sorak sorai penonton menggema saat babak final berlangsung di area parkir lantai dua. Pertandingan berjalan sengit, menghadirkan atmosfer kompetisi yang tak kalah dengan turnamen profesional.
Sementara itu, aroma harum nasi goreng dari area parkir guru juga tak kalah menggoda. Lomba memasak menjadi simbol bahwa perempuan masa kini tak hanya bisa berprestasi di ruang publik, tetapi juga tetap memiliki keterampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Sutarmi menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik. Menurutnya, siswa perlu mengasah berbagai keterampilan agar mampu berkembang secara utuh.
“Anak-anak tidak cukup hanya pintar di kelas. Mereka juga harus punya keterampilan lain, mulai dari memasak, olahraga, hingga seni. Itu yang membuat mereka punya nilai lebih,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara “Cakrawala Puisi” di tengah lapangan. Siswa membacakan karya mereka, sebagian bahkan menampilkan musikalisasi puisi yang mengangkat tema perjuangan dan keteguhan Kartini. Suasana haru pun terasa, dengan sejumlah guru terlihat bangga menyaksikan penampilan anak didiknya.
Melalui peringatan ini, semangat Kartini tidak lagi hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi benar-benar hidup dalam aksi nyata generasi muda—berani berkarya, bebas berekspresi, dan terus melangkah maju tanpa batas.
Penulis: Shakyra, Anggota Jurnalis SMK Ketintang Surabaya
Editor: Arif Ardliyanto