get app
inews
Aa Text
Read Next : Tren Belanja Anak Muda Mulai Berubah, Produk Asal Cina Ini Pilih PIndah ke Penjualan Offline

Isu Lingkungan Dibahas di Surabaya, Soroti Perubahan Gaya Hidup hingga Ubah Limbah Jadi Karya

Sabtu, 25 April 2026 | 06:36 WIB
header img
Bangga Membumi Pop-Up Exhibition 2026 di Surabaya hadirkan kolaborasi lintas sektor untuk dorong gaya hidup berkelanjutan melalui pameran, diskusi, dan workshop ekonomi sirkular. (Foto iNewsSurabaya.id/hendro).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga bumi, sebuah pendekatan baru dalam gaya hidup sehat dan ramah lingkungan mulai tumbuh. Bukan sekadar tren, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan banyak pihak dalam satu ruang kolaborasi.

Semangat itu terasa kuat dalam gelaran Bangga Membumi Pop-Up Exhibition 2026 yang mengusung tema “Synergizing for Nature, Collaborating for the Earth”. Selama empat hari, kegiatan ini menjadi titik temu antara pelaku usaha ramah lingkungan, akademisi, komunitas pengelola limbah, hingga masyarakat umum.

Di dalam ruang pameran, pengunjung tidak hanya melihat produk. Mereka diajak memahami cerita di balik setiap karya—tentang limbah yang diolah kembali, tentang kreativitas yang lahir dari kepedulian, dan tentang upaya kecil yang bisa berdampak besar bagi lingkungan.

Pendekatan kolaboratif menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Gaya hidup berkelanjutan tidak lagi dimaknai sebatas penggunaan produk ramah lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat mulai sadar terhadap pola konsumsi, pengelolaan sampah, hingga dampak jangka panjang terhadap bumi.

Founder & CEO PT Kreasi Karya Raya (Dus Duk Duk), Arief Susanto menegaskan bahwa perubahan tidak bisa terjadi secara instan, melainkan melalui proses bersama.

“Melalui konsep pameran kolaboratif ini, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap, agar lebih sadar terhadap dampak konsumsi dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selain pameran produk berbasis daur ulang, pengunjung juga disuguhkan berbagai diskusi menarik seputar isu keberlanjutan. Mulai dari peran media dalam mengangkat isu lingkungan, kontribusi industri kreatif, hingga perspektif akademisi dalam membangun sistem yang lebih ramah lingkungan.

Diskusi ini memperlihatkan satu hal penting: persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

Tak kalah menarik, berbagai kelas terbuka dan workshop juga digelar untuk memperkenalkan konsep circular economy atau ekonomi sirkular. Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak melihat limbah bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari produk baru yang memiliki nilai guna.

Suasana semakin hidup dengan hadirnya instalasi seni dan dekorasi yang seluruhnya dibuat dari material daur ulang. Hal ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.

Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini membawa pesan sederhana namun kuat: menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi bagian dari sistem yang saling terhubung.

Dari langkah kecil seperti mengurangi sampah hingga memilih produk berkelanjutan, perubahan yang dilakukan bersama diyakini mampu menciptakan dampak besar bagi masa depan bumi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut