Tragedi Rumah Tangga di Banyuwangi: Istri Dibakar Suami Saat Hendak Salat, Begini Kondisinya
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suasana tenang di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, mendadak berubah mencekam pada Sabtu malam (25/4/2026). Teriakan minta tolong memecah kesunyian, saat seorang perempuan paruh baya berlari keluar rumah dengan tubuh dilalap api.
Perempuan berinisial N (56) itu diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya sendiri, S (63). Ironisnya, peristiwa mengerikan itu terjadi ketika korban tengah bersiap menunaikan salat Isya.
Menurut keterangan warga, konflik rumah tangga pasangan ini sebenarnya sudah lama terjadi. Masalah ekonomi disebut menjadi pemicu utama pertengkaran yang terus berulang. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, cekcok kembali terjadi, namun situasi sempat mereda.
Tak disangka, emosi kembali memuncak menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 WIB. Dalam kondisi yang belum sepenuhnya dipahami, pelaku diduga menyiramkan bensin ke tubuh istrinya dan langsung menyulut api.
Korban yang tubuhnya terbakar spontan berlari keluar rumah sambil berteriak histeris. Warga yang mendengar jeritan tersebut segera berdatangan. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha memadamkan api yang melahap tubuh korban.
“Warga langsung menyiramkan air, sebisanya untuk menolong korban,” ujar salah satu saksi di lokasi.
Setelah api berhasil dipadamkan, warga masuk ke dalam rumah. Di dalam kamar, mereka menemukan pelaku juga dalam kondisi terbakar. Dugaan sementara, pelaku sempat mencoba melukai dirinya sendiri setelah melakukan aksi tersebut.
Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Genteng untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Korban mengalami luka bakar hingga 100 persen, sementara pelaku mengalami luka bakar sekitar 80 hingga 85 persen.
Kapolsek Gambiran, AKP Dwi Wijayanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga.
“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi kedua korban masih kritis dan membutuhkan penanganan intensif dari tim medis. “Keduanya masih dalam kondisi kritis,” tegasnya.
Polisi hingga kini masih mendalami motif pasti di balik kejadian tragis tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama.
Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, hubungan keduanya memang sudah tidak harmonis. Bahkan, proses perceraian telah diajukan sejak Maret 2026 dan masih menunggu putusan dari Pengadilan Agama Banyuwangi.
Selain menimbulkan korban luka berat, insiden ini juga menyebabkan kerugian material berupa kasur yang terbakar dengan nilai sekitar Rp500 ribu.
Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Sementara itu, tim medis mempertimbangkan kemungkinan merujuk kedua korban ke rumah sakit dengan fasilitas khusus penanganan luka bakar, mengingat kondisi mereka yang sangat serius.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dapat berujung pada kekerasan yang merenggut keselamatan jiwa.
Editor : Arif Ardliyanto