Sekolah Rakyat Dikebut, Gus Ipul Targetkan Juli 2026 Sudah Beroperasi di 90 Titik
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah terus mempercepat pembangunan program Sekolah Rakyat sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Menteri Sosial Saifullah Yusuf turun langsung meninjau progres pembangunan di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Dalam kunjungannya, Gus Ipul—sapaan akrabnya—memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Ia optimistis sebagian besar proyek dapat dimanfaatkan mulai pertengahan tahun ini.
“Alhamdulillah, saat ini ada 97 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari jumlah itu, sekitar 67 titik insyaallah selesai tepat waktu, sisanya bisa difungsikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pada Juli 2026 mendatang, lebih dari 90 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia ditargetkan sudah dapat digunakan. Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah pembangunan terbanyak, yakni mencapai 18 lokasi.
Program Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar sekolah biasa. Fasilitas yang disiapkan tergolong lengkap, mulai dari asrama, perpustakaan, laboratorium, UKS hingga sarana ekstrakurikuler. Setiap sekolah bahkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Ini adalah persembahan Bapak Presiden untuk keluarga kurang mampu. Harapannya, anak-anak yang belajar di sini bisa menjadi agen perubahan,” tegas Gus Ipul.
Berbeda dari sistem pendidikan konvensional, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Pemerintah justru melakukan pendekatan aktif dengan menjangkau langsung anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah.
Editor : Arif Ardliyanto