get app
inews
Aa Text
Read Next : Aksi Menegangkan di Gang Sempit: Gangster Sidoarjo Kocar-kacir Dicokok Polsek Taman, 6 Motor Disita

Perjalanan Haru Aipda Purnomo, Dulu Terlilit Utang Kini Jadi Penyelamat Warga Telantar

Minggu, 26 April 2026 | 12:22 WIB
header img
Kisah inspiratif Aipda Purnomo, polisi asal Surabaya yang bangkit dari kemiskinan, menepati janji sedekah, dan kini merawat ratusan ODGJ serta warga telantar. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Menariknya, menjadi polisi bukanlah impian awalnya. Purnomo muda justru ingin menjadi seorang kiai dan menimba ilmu di pondok pesantren. Namun, jalan hidup berkata lain.

Ia merantau ke Surabaya dan sempat berjualan soto sekitar tahun 1999 hingga 2000. Dari hasil jualan sederhana itu, ia hanya mampu mengirim uang Rp20 ribu hingga Rp40 ribu setiap minggu untuk ibunya.

“Yang penting bisa bantu, meski sedikit,” ujarnya lirih.

Kesempatan datang dari arah yang tak disangka. Informasi pendaftaran polisi dari sang tante menjadi titik awal perubahan hidupnya. Dengan bekal doa dan keyakinan, ia mengikuti seleksi sambil terus melantunkan selawat dan Al-Fatihah.

Di titik itulah, Purnomo membuat janji yang mengubah arah hidupnya. Jika diterima menjadi anggota polisi, ia berkomitmen menyedekahkan 10 hingga 20 persen penghasilannya untuk anak yatim dan kegiatan sosial.

Janji itu bukan sekadar ucapan. Hingga kini, ia dikenal luas karena aksi nyata membantu kaum marginal—mulai dari merawat ODGJ, anak jalanan, hingga orang-orang telantar yang sering luput dari perhatian.

Apa yang ia lakukan bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk penebusan atas masa lalu yang penuh keterbatasan.

Memasuki usia 40 tahun, Purnomo mulai menata langkah menuju masa purna tugasnya. Fokusnya bukan pada kenyamanan pribadi, melainkan memperluas manfaat bagi sesama.

Ia tengah mempersiapkan pembangunan masjid dan tempat penampungan yang lebih layak bagi ODGJ serta warga telantar.

“Di usia ini, kita harus tahu arah hidup. Allah sudah memberi kecukupan, sekarang waktunya lebih banyak beribadah dan bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Kisah Aipda Purnomo menjadi bukti bahwa masa lalu yang kelam tidak harus berujung pada masa depan yang suram. Dari seorang anak yang kerap diejek karena tak pernah bermain, ia tumbuh menjadi pribadi yang justru memeluk mereka yang terpinggirkan.

Baginya, seragam polisi bukan sekadar simbol kekuasaan, tetapi amanah untuk menghadirkan harapan.

Ia tak ingin ada lagi anak-anak yang harus menahan tangis karena kemiskinan—seperti yang pernah ia rasakan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut