Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Persiba Bantul Tancap Gas Bangun Tim, Anton Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih
Advertisement . Scroll to see content

Minim Fasilitas, Spartak Krian Konsisten Bina Talenta Muda Demi Mimpi Besar Sepak Bola Indonesia

Rabu, 29 April 2026 | 05:17 WIB
  • author Saiful Arif
Minim Fasilitas, Spartak Krian Konsisten Bina Talenta Muda Demi Mimpi Besar Sepak Bola Indonesia
SSB Spartak Krian di Sidoarjo terus konsisten membina sepak bola usia dini meski dengan fasilitas terbatas, demi melahirkan generasi pemain masa depan Indonesia. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Matahari belum sepenuhnya tinggi saat puluhan anak berlarian di lapangan sederhana Desa Tambak Kemerakan, Krian. Dengan sepatu yang tak selalu baru dan rumput yang jauh dari kata sempurna, mereka tetap berlatih penuh semangat. Di tempat inilah mimpi-mimpi besar tentang sepak bola Indonesia mulai dirajut—bersama SSB Spartak Krian.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya perhatian terhadap pembinaan usia dini, Spartak Krian justru tampil konsisten. Mereka tak sekadar melatih, tetapi membangun harapan. Setiap sore, suara instruksi pelatih bersahut dengan tawa dan semangat para pemain muda yang ingin menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.

Bagi Spartak Krian, latihan bukan hanya soal menggiring bola atau mencetak gol. Lebih dari itu, para pemain ditempa untuk memiliki mental kuat, disiplin tinggi, serta karakter yang tangguh—bekal penting untuk menembus kerasnya dunia sepak bola.


SSB Spartak Krian di Sidoarjo terus konsisten membina sepak bola usia dini meski dengan fasilitas terbatas, demi melahirkan generasi pemain masa depan Indonesia. Foto iNewsSurabaya.id/alup

Pelatih Spartak Krian, Budi, menyebut pembinaan usia dini sebagai fondasi utama jika ingin melihat sepak bola Indonesia berkembang lebih baik.

“Kalau ingin punya pemain berkualitas, semuanya harus dimulai dari bawah. Di sini kami fokus pada dasar—teknik, mental, dan disiplin. Anak-anak inilah yang akan jadi masa depan sepak bola kita,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Hal senada disampaikan pelatih U-16, Edy. Ia menilai proses panjang adalah harga yang harus dibayar untuk mencetak pemain berkualitas. Tidak ada jalan pintas dalam pembinaan.

“Ini bukan proses instan. Butuh waktu, kesabaran, dan konsistensi. Kami dorong mereka terbiasa dengan latihan kompetitif supaya siap naik level dan membawa nama daerah,” katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut