FIFA dan PSSI Sambangi Persebaya Future Lab, Intip Sistem Pembinaan Pemain Muda di Surabaya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh prestasi klub profesional, tetapi juga kualitas pembinaan pemain sejak usia muda. Hal inilah yang menjadi perhatian FIFA dan PSSI saat mengunjungi Persebaya Future Lab di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi perwakilan FIFA dan PSSI untuk melihat secara langsung pola pembinaan talenta muda, pengelolaan klub amatir, serta sistem kompetisi yang menjadi bagian penting dalam regenerasi pemain sepak bola Indonesia.
Rombongan terdiri atas Technical Lead FIFA Global Football Development Division Jamie Houchen, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, Kepala Persebaya Future Lab Ganesha Putra, dan Direktur Amatir Persebaya Saleh Hanifah.
Pertemuan tersebut membahas bagaimana akademi dan klub amatir mengembangkan kemampuan pemain, sekaligus membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan dari level akar rumput menuju sepak bola profesional.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keberadaan Liga Persebaya di bawah naungan Persebaya Amatir. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk menguji kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, dan mengembangkan kualitas permainan secara bertahap.
Bagi Persebaya, pembinaan pemain tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Kesempatan bermain dalam kompetisi yang terstruktur, kualitas lingkungan latihan, dan kesinambungan program pengembangan menjadi faktor penting agar pemain muda memiliki peluang untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Jamie Houchen mengatakan, kunjungan ke Persebaya Future Lab merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FIFA bersama PSSI untuk memahami kondisi sepak bola di berbagai daerah di Indonesia.
“Kunjungan kami hari ini adalah bekerja sama dengan PSSI untuk memahami lebih jauh kondisi dan perkembangan sepak bola di seluruh Indonesia. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan membawa kami ke berbagai daerah, mulai dari klub amatir hingga klub profesional,” ujar Jamie.
Editor: Arif Ardliyanto