Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Persebaya Resmi Boyong Bek Timnas Tanjung Verde, Rekam Jejaknya Bikin Lawan Waswas
Advertisement . Scroll to see content

FIFA dan PSSI Sambangi Persebaya Future Lab, Intip Sistem Pembinaan Pemain Muda di Surabaya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:17 WIB
  • author Saiful Arif
FIFA dan PSSI Sambangi Persebaya Future Lab, Intip Sistem Pembinaan Pemain Muda di Surabaya
FIFA dan PSSI kunjungi Persebaya Future Lab di Surabaya untuk meninjau pembinaan pemain muda, kompetisi amatir, dan regenerasi sepak bola Indonesia. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh prestasi klub profesional, tetapi juga kualitas pembinaan pemain sejak usia muda. Hal inilah yang menjadi perhatian FIFA dan PSSI saat mengunjungi Persebaya Future Lab di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. 

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi perwakilan FIFA dan PSSI untuk melihat secara langsung pola pembinaan talenta muda, pengelolaan klub amatir, serta sistem kompetisi yang menjadi bagian penting dalam regenerasi pemain sepak bola Indonesia.

Rombongan terdiri atas Technical Lead FIFA Global Football Development Division Jamie Houchen, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, Kepala Persebaya Future Lab Ganesha Putra, dan Direktur Amatir Persebaya Saleh Hanifah.

Pertemuan tersebut membahas bagaimana akademi dan klub amatir mengembangkan kemampuan pemain, sekaligus membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan dari level akar rumput menuju sepak bola profesional.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keberadaan Liga Persebaya di bawah naungan Persebaya Amatir. Kompetisi ini memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk menguji kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, dan mengembangkan kualitas permainan secara bertahap.

Bagi Persebaya, pembinaan pemain tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Kesempatan bermain dalam kompetisi yang terstruktur, kualitas lingkungan latihan, dan kesinambungan program pengembangan menjadi faktor penting agar pemain muda memiliki peluang untuk naik ke level yang lebih tinggi.

Jamie Houchen mengatakan, kunjungan ke Persebaya Future Lab merupakan bagian dari rangkaian kegiatan FIFA bersama PSSI untuk memahami kondisi sepak bola di berbagai daerah di Indonesia.

“Kunjungan kami hari ini adalah bekerja sama dengan PSSI untuk memahami lebih jauh kondisi dan perkembangan sepak bola di seluruh Indonesia. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan membawa kami ke berbagai daerah, mulai dari klub amatir hingga klub profesional,” ujar Jamie.

Menurut dia, pengamatan langsung di lapangan diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan program pembinaan di setiap klub, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pemain.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana setiap klub menjalankan programnya, bagaimana sistem pembinaan mereka bekerja, serta berbagai upaya positif yang telah dilakukan untuk mengembangkan sepak bola,” jelasnya.

Kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada klub profesional. Keberadaan klub amatir dan kompetisi lokal juga menjadi bagian penting dalam pemetaan perkembangan sepak bola nasional.

Melalui pendekatan tersebut, FIFA dan PSSI dapat memahami bagaimana pembinaan berjalan di tingkat akar rumput, termasuk kebutuhan klub dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pemain muda.

Gambaran kondisi di lapangan menjadi salah satu aspek penting untuk merumuskan arah pengembangan sepak bola jangka panjang. Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri sehingga program pembinaan perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata klub dan pemain.

Selain akademi, kompetisi memiliki peran besar dalam membentuk pemain sepak bola yang siap menghadapi persaingan. Latihan membantu pemain meningkatkan kemampuan teknis, sedangkan pertandingan menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam situasi nyata.

Dalam konteks ini, Liga Persebaya menjadi salah satu wadah bagi pemain muda untuk berkembang melalui pertandingan yang terorganisasi. Kompetisi juga memberikan pengalaman menghadapi tekanan, membaca permainan, mengambil keputusan, dan bekerja sama dengan rekan setim.

Kesempatan bertanding secara konsisten menjadi bagian penting dari proses regenerasi. Pemain yang memiliki potensi membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuannya, bukan hanya dalam sesi latihan, tetapi juga ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki karakter permainan berbeda.

Karena itu, kesinambungan antara akademi, kompetisi amatir, dan klub profesional menjadi tantangan sekaligus kebutuhan dalam membangun sistem pembinaan yang kuat.

Kunjungan FIFA dan PSSI ke Persebaya Future Lab memberikan ruang untuk melihat bagaimana unsur-unsur tersebut berjalan di tingkat klub. Pengalaman Persebaya dalam mengembangkan pembinaan dan kompetisi amatir menjadi bagian dari gambaran ekosistem sepak bola yang ingin dipahami secara lebih menyeluruh.

Ke depan, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari federasi, klub profesional, akademi, hingga penyelenggara kompetisi amatir, dibutuhkan untuk memperkuat jalur perkembangan pemain muda Indonesia.

Penguatan sistem pembinaan sejak usia dini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta daerah untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan kompetisi yang berkesinambungan dan program pembinaan yang terarah, regenerasi pemain dapat menjadi fondasi penting bagi kemajuan sepak bola nasional.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut