Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 4,58 Juta UMKM di Jatim, Minim Perlindungan Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Batam Jadi Pintu Ekspor UMKM Jatim ke Pasar Global

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:55 WIB
  • author Lukman Hakim
Batam Jadi Pintu Ekspor UMKM Jatim ke Pasar Global
Kolaborasi Jatim-Batam membuka jalan UMKM menuju pasar ekspor. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jawa Timur (Jatim) berpeluang memperluas pasar hingga mancanegara melalui rencana pengembangan Kawasan Produksi dan Ekspor UMKM Batam seluas 80 hektare. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghubungkan UMKM Jatim sebagai pemasok bahan baku dengan pelaku industri dan eksportir di Batam.

Penjajakan kerja sama tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Jatim, Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Bank Jatim. Kawasan bertajuk Batam Maju itu dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi standar mutu, serta mengakses fasilitas logistik dan jaringan ekspor.

Anggota Gugus Tugas Batam Maju sekaligus Tenaga Ahli Investasi BP Batam, Billy Mambrasar, menjelaskan kawasan tersebut akan menyediakan fasilitas produksi bersama, logistik, dan pelatihan. Dengan fasilitas itu, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing tanpa harus menanggung seluruh biaya investasi peralatan secara mandiri.

“Semua UMKM itu akan berproduksi bersama dalam satu wilayah dengan fasilitas yang disediakan oleh BP Batam, di sini langsung terkoneksi dengan logistik ekspor ke luar negeri. Tiga negara paling utama, paling besar saat ini adalah Singapura, Amerika dan Cina,” ujar Billy, Kamis (29/10/2026).

Kawasan tersebut dirancang memiliki empat klaster utama, yakni komponen industri, makanan hasil olahan laut, produk konsumen, serta elektronik. Fasilitas bersama juga akan mencakup akses mesin produksi dan pengujian mutu yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan pasar.

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jatim, Andrio Himawan Wahyu Aji, mengatakan salah satu fokus kolaborasi adalah menghubungkan UMKM Jatim sebagai pemasok bahan baku dengan pelaku usaha di Batam. Bahan baku tersebut nantinya dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sebelum dipasarkan ke luar negeri.

“Ini sinergi yang luar biasa kalau bisa terwujud. Mereka kita kumpulkan, para pelaku UMKM ini bisa untuk menyalurkan produknya di Kawasan Batam Maju ini. Pada intinya kami senang sekali ada kolaborasi ini,” ujar Andrio.

Dalam skema tersebut, Bank Jatim direncanakan berperan menghubungkan pelaku usaha melalui platform link and match serta menyediakan skema pembiayaan modal kerja berbasis pesanan. Dukungan ini diharapkan membantu UMKM memenuhi kebutuhan modal ketika memperoleh pesanan dari mitra usaha.

Pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, pengelola menargetkan pendataan 200 calon penyewa atau tenant serta pembangunan fisik seluas 25–30 hektare, dengan mempertimbangkan hasil studi kelayakan dan permintaan pasar.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut