Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Surabaya Tetapkan Direksi Baru PDAM Surya Sembada 2026–2029
Advertisement . Scroll to see content

Komisi 8 Persen Membayangi Bisnis Gojek, GoTo Raup Laba Rp441 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB
  • author Lukman Hakim
Komisi 8 Persen Membayangi Bisnis Gojek, GoTo Raup Laba Rp441 Miliar
GoTo mencetak laba Rp441 miliar, dampak komisi 8 persen masih membayangi Gojek. (Foto : istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatatkan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026, berbalik dari rugi bersih Rp255 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Meski membukukan laba selama tiga kuartal berturut-turut, bisnis transportasi Gojek masih menghadapi tekanan akibat penerapan komisi 8 persen pada layanan GoRide.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan, perusahaan mampu menjaga kinerja keuangan di tengah berbagai tantangan, termasuk dampak penerapan komisi 8 persen yang berlaku selama satu kuartal penuh pada layanan transportasi roda dua.

“Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5-3,7 triliun,” ujar Hans dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Secara keseluruhan, pendapatan bersih GoTo tumbuh 17 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp5,6 triliun. Sementara itu, nilai transaksi bruto inti atau core gross transaction value (GTV) meningkat 89 persen menjadi Rp194 triliun.

EBITDA Grup yang disesuaikan juga naik 84 persen secara tahunan menjadi Rp950 miliar. Adapun arus kas bebas yang disesuaikan meningkat 389 persen menjadi Rp1,209 triliun.

Namun, penerapan komisi 8 persen masih memberikan tekanan terhadap kinerja layanan transportasi Gojek, khususnya GoRide. GoTo mencatat dampak kebijakan tersebut mencapai Rp150 miliar pada kuartal III-2026, sesuai dengan perkiraan perusahaan sebelumnya.

Pada segmen mobilitas, EBITDA yang disesuaikan tercatat Rp159 miliar, turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA juga menyusut 50 basis poin menjadi 2,5 persen.

Meski demikian, perusahaan menyebut kinerja GoRide mulai membaik setelah sempat mencatatkan EBITDA yang disesuaikan negatif pada Juli 2026. Layanan tersebut kini bergerak menuju titik impas.

Di sisi lain, bisnis pengantaran atau delivery menunjukkan kinerja yang lebih kuat. Jumlah pesanan yang diselesaikan tumbuh 7 persen secara tahunan, sedangkan EBITDA yang disesuaikan meningkat 20 persen menjadi Rp227 miliar. Margin EBITDA segmen ini naik 33 basis poin menjadi 2,1 persen.

Pertumbuhan tersebut didukung strategi memperluas jangkauan produk untuk segmen pasar massal, yang mendorong transaksi dengan nilai lebih kecil tetapi frekuensi lebih tinggi.

Di tengah tekanan pada bisnis transportasi, segmen teknologi finansial atau fintech melalui GoPay mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Jumlah pengguna aktif bulanan yang bertransaksi mencapai 30,4 juta, meningkat 26 persen secara tahunan. Jumlah transaksi melonjak 86 persen menjadi 2,8 miliar, sementara GTV inti tumbuh 96 persen menjadi Rp187 triliun.

Pendapatan bersih bisnis fintech naik 49 persen menjadi Rp2,3 triliun. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan melonjak 304 persen menjadi Rp550 miliar.

Pertumbuhan ini turut mendorong GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun penuh 2026 menjadi Rp3,5-3,7 triliun, dari target sebelumnya Rp3,2-3,4 triliun.

Target EBITDA bisnis fintech juga dinaikkan menjadi Rp1,9-2 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun. Sementara itu, rentang target bisnis layanan sesuai permintaan atau on-demand services diperlebar menjadi Rp1,4-1,6 triliun untuk mengakomodasi potensi perubahan regulasi, termasuk aturan pelaksana layanan pengantaran.

Hans menegaskan, perusahaan akan terus menjaga kesehatan fundamental bisnis dan menerapkan disiplin operasional serta alokasi modal.

“Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver,” katanya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut