Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Lagi Andalkan Cara Manual, Produksi Peyek UMKM di Surabaya Melonjak 3 Kali Lipat, Ini Rahasianya
Advertisement . Scroll to see content

Hadapi Tantangan Ekonomi, Bank Jatim Jaga Pertumbuhan Bisnis

Kamis, 10 September 2026 | 08:41 WIB
  • author Lukman Hakim
Hadapi Tantangan Ekonomi, Bank Jatim Jaga Pertumbuhan Bisnis
Kinerja bertumbuh, Bank Jatim fokus menjaga kualitas aset. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim terus memperkuat fundamental bisnis dan transformasi perusahaan di tengah dinamika perekonomian global dan nasional.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, kondisi perekonomian pada 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, risiko pangan dan energi, hingga dinamika nilai tukar dan harga komoditas.

Di dalam negeri, tantangan juga berasal dari pengetatan likuiditas, daya beli masyarakat yang masih tertahan, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, serta meningkatnya kualitas aset bermasalah, khususnya pada sektor UMKM.

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia per Juni 2026 tercatat 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, ekonomi Jatim tumbuh kumulatif 5,84 persen.

“Kontribusi Jatim mencapai 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian Indonesia,” terangnya saat Public Expose Bank Jatim Tahun 2026 yang digelar secara daring, Rabu (9/9/2026). 

Di tengah kondisi tersebut, Bank Jatim menerapkan strategi dengan fokus pada pengelolaan likuiditas, pertumbuhan kredit secara selektif, efisiensi, peningkatan transaksi digital, serta pengendalian kualitas aset sesuai dengan risk appetite perusahaan.

Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto mengatakan, hingga Triwulan II 2026, kinerja konsolidasi Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan positif.

Total aset konsolidasi mencapai Rp162 triliun atau tumbuh 37,16 persen yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan aset produktif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp111 triliun atau tumbuh 41,68 persen yoy.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, tumbuh 31,47 persen yoy. Pendapatan bunga bersih tercatat sekitar Rp4,6 triliun, meningkat 39,5 persen yoy. Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasi mencapai sekitar Rp1,2 triliun atau tumbuh 53,4 persen yoy.

“Pertumbuhan kinerja konsolidasi ini merupakan salah satu hasil dari implementasi aksi korporasi serta penguatan sinergi Bank Jatim bersama anggota KUB. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan sinergi tersebut untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru,” jelas Wahyu.

Bank Jatim juga terus mengembangkan sinergi dengan anggota KUB melalui berbagai inisiatif bisnis dan layanan. Sinergi tersebut mencakup peningkatan transaksi internasional melalui bisnis remittance dan Trading Processing Agent, layanan safekeeping custodian untuk transaksi surat berharga, penyediaan Bank Notes, serta joint services untuk e-channel dan sistem pembayaran.

Selain itu, sinergi dikembangkan melalui penyediaan layanan perbankan bagi nasabah dengan profil khusus serta pembiayaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melalui berbagai kerja sama tersebut, Bank Jatim berupaya membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan.

Secara bank only, hingga Juli 2026 Bank Jatim mencatat total aset Rp98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp66,4 triliun, sedangkan DPK sebesar Rp72,9 triliun.

Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim masih membukukan laba bersih Rp802 miliar atau tumbuh 1,76 persen yoy.

Wahyu mengatakan, perusahaan juga terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat di tengah kontraksi DPK yang antara lain dipengaruhi berkurangnya Transfer ke Daerah.

Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran seasonal, pengembangan ekosistem bersama business partner, serta perluasan akses layanan melalui Agen Laku Pandai dan penambahan jaringan ATM serta CRM.

“Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tertentu,” ungkap Winardi.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut