Pendapatan Tumbuh 15 Persen, Holding BUMN Kawasan Industri Ini Setor Dividen Rp76,8 Miliar
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pengelola kawasan industri di Jawa Timur (Jatim), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), anggota Holding BUMN Danareksa, sepanjang tahun buku 2025 mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp672,239 miliar. Angka ini tumbuh 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp585,847 miliar.
Lonjakan pendapatan ini turut mengerek laba usaha perusahaan menjadi Rp202,479 miliar, atau melesat 46 persen dari Rp138,715 miliar pada tahun 2024. Sementara itu, laba bersih non-revaluasi tercatat sebesar Rp188,833 miliar, meningkat signifikan sebesar 56 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp121,379 miliar.
Penguatan performa finansial tersebut juga tercermin dari total aset SIER yang terkerek naik dari Rp21,386 triliun menjadi Rp21,860 triliun. Di sisi lain, posisi kas perusahaan pada akhir tahun 2025 menembus Rp621,594 miliar, menandakan kondisi likuiditas perseroan yang sangat tebal.
Capaian ini berdampak langsung pada peningkatan nilai bagi para pemegang saham. Nilai dividen yang dibagikan SIER konsisten merangkak naik dalam empat tahun terakhir, yakni Rp48,5 miliar pada 2022, Rp66,3 miliar pada 2023, Rp71,6 miliar pada 2024, hingga naik menjadi Rp76,8 miliar berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi transformasi bisnis, memperkuat tata kelola (good corporate governance), serta mengoptimalkan seluruh aset.
"Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi transformasi yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Pertumbuhan yang dicapai tidak hanya terlihat dari aspek finansial, tetapi juga dari optimalisasi aset serta meningkatnya kepercayaan investor dan tenant terhadap PT SIER," ujar Rizka, Rabu (1/7/2026).
Sebagai pengelola kawasan industri yang sahamnya dimiliki oleh PT Danareksa (Persero) sebesar 50 persen, Pemerintah Provinsi Jatim 25 persen, dan Pemerintah Kota Surabaya 25 persen, SIER terus berkomitmen menghadirkan kawasan industri modern yang berkelanjutan dan kompetitif.
Moncernya bisnis SIER sepanjang 2025 ditopang kuat oleh optimalisasi kawasan industri. Salah satunya melalui persewaan lahan PPTI seluas 16,39 hektare kepada delapan tenant baru yang sukses menyumbang pendapatan sebesar Rp263,93 miliar.
Di sektor logistik, SIER berhasil merampungkan pembangunan gudang logistik enam chamber di dalam kawasan. Fasilitas ini langsung mencatatkan tingkat okupansi 100 persen dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,97 miliar hingga akhir tahun 2025.
Menurut Rizka, ekspansi gudang logistik merupakan bagian dari strategi korporasi untuk memperkuat pendapatan berulang (recurring income) sekaligus memperkokoh rantai pasok industri di kawasan tersebut.
Selain infrastruktur fisik, SIER mengakselerasi transformasi digital melalui pembangunan jaringan fiber optic sebagai backbone digital kawasan. Jaringan ini mengintegrasikan sistem manufaktur dengan transmisi data berkecepatan tinggi guna mendukung pemantauan proses produksi secara real-time. Hingga akhir tahun 2025, SIER telah memigrasi layanan internet hingga total 94 sambungan.
Komitmen pada prinsip berkelanjutan (sustainability) juga diwujudkan lewat sertifikasi halal untuk air daur ulang (recycle water), memberikan jaminan higienitas dan kepatuhan syariah bagi operasional tenant. Sementara di bidang lingkungan, perluasan layanan kerja sama pengolahan limbah cair non-B3 dari luar kawasan sukses menyuntik kontribusi pendapatan sebesar Rp130,41 miliar.
Rizka menegaskan, berbagai rapor hijau ini menjadi modal fundamental bagi perseroan untuk terus meningkatkan daya saing kawasan industri nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
"Kami akan terus berinovasi, memperkuat infrastruktur kawasan, mengembangkan layanan berbasis teknologi, serta menjaga prinsip tata kelola perusahaan. Kami optimistis SIER akan terus tumbuh sebagai kawasan industri modern yang berkontribusi nyata bagi perekonomian Jatim maupun nasional," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto