get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekonomi Jatim Lampaui Nasional, Raksasa Otomotif Korea Selatan Agresif Perkuat Jaringan

405 Ton Produk Ikan Kaleng Asal Banyuwangi Tembus Pasar Internasional

Senin, 06 Juli 2026 | 09:31 WIB
header img
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor ratusan ton produk ikan kaleng di Banyuwangi ke sejumlah negara tujuan. (Foto : istimewa).

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor sebanyak 405 ton produk ikan kaleng berupa sarden, makarel, dan tuna produksi PT Pacific Harvest Indonesia, Banyuwangi, ke sejumlah negara tujuan. 

Pelepasan ekspor ditandai dengan prosesi pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 kontainer atau full container load (FCL). Masing-masing mengangkut sekitar 27 ton produk olahan perikanan.

Dari total 15 kontainer tersebut, enam kontainer dikirim ke Tanzania, dua kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA), satu kontainer ke Albania, tiga kontainer menuju Pelabuhan Dar es Salaam di Tanzania, satu kontainer ke Beirut, Lebanon, satu kontainer ke Sihanoukville, Kamboja, serta dua kontainer lainnya ke negara tujuan ekspor sesuai kebutuhan pasar perusahaan.

Khofifah mengatakan, di tengah dinamika geopolitik global, permintaan terhadap produk pangan siap saji justru menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

"Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan terhadap produk ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi industri pengolahan perikanan kita," ujar Khofifah saat melepas ekspor di Banyuwangi, Minggu (5/7/2026).

Ia berharap pasar ekspor produk olahan perikanan Jatim terus berkembang sehingga mampu meningkatkan volume produksi, memperkuat industri dalam negeri, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kita berharap pasar ekspornya semakin luas, volumenya semakin besar, industrinya terus bertumbuh, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat Banyuwangi," katanya.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan usai peresmian PT Sunrise Masami International yang bergerak di bidang produksi kemasan kaleng. Menurut Khofifah, kehadiran industri penunjang tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok industri pengolahan perikanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Ia mengungkapkan, selama ini sebagian kebutuhan kaleng untuk industri makanan masih dipenuhi dari luar negeri. Dengan beroperasinya industri kemasan di Banyuwangi, kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Sekarang industri substitusi impor itu mulai beroperasi. Ini menjadi harapan baru dan berita baik bagi kita semua karena setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja," ujarnya.

Menurut Khofifah, keberadaan industri kemasan kaleng di Banyuwangi tidak hanya memperkuat ekosistem industri perikanan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekspor dan daya saing produk nasional di pasar global.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut