Ekonomi Jatim Lampaui Nasional, Raksasa Otomotif Korea Selatan Agresif Perkuat Jaringan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – KIA menunjukkan keseriusannya menggarap pasar otomotif Indonesia melalui perubahan strategi bisnis besar-besaran.
Kini, operasional KIA tidak lagi melalui distributor pihak ketiga, melainkan langsung di bawah kendali prinsipal asal Korea Selatan melalui KIA Sales Indonesia sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).
Langkah strategis ini disambut optimistis oleh KIA Azimut Group. President Director KIA Azimut Group, Rudy Surjanto, menilai kehadiran prinsipal secara langsung memberikan jaminan komitmen jangka panjang, fleksibilitas produk, hingga strategi harga yang lebih kompetitif.
“Ini adalah momentum now or never bagi kami. Dengan Korea langsung yang memegang kendali, komitmennya lebih terlihat. Mereka akan melakukan produksi lokal dan membawa line-up yang sangat luas untuk pasar Indonesia,” ujar Rudy saat peresmian diler KIA di Spazio Tower, Surabaya, Senin (11/5/2026).
Meski pasar otomotif nasional sempat terkontraksi di awal tahun, Rudy tetap percaya diri melakukan ekspansi. Dasar utamanya adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) pada kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,96% (y-on-y). Angka itu berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,61%.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang lebih tinggi dibanding nasional menambah kepercayaan kami bahwa pasar di sini masih terus bertumbuh. Itulah mengapa kami fokus mengembangkan jaringan di Surabaya dan Malang sebagai tahap awal,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi menyerang, KIA menyiapkan kejutan produk bagi konsumen Indonesia. Rudy memberikan bocoran bahwa pada ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) mendatang, KIA akan memberikan spill atau pratinjau model-model terbaru yang bahkan belum resmi diluncurkan secara global.
“Kami akan memiliki banyak line-up. Nanti ada Carens EV di akhir tahun, serta beberapa model EV global lainnya. Bahkan tahun depan, KIA akan menghadirkan desain dengan sentuhan kearifan lokal (local wisdom) yang kami yakini akan menjadi game changer di pasar Indonesia,” tambah Rudy.
Editor: Arif Ardliyanto