get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Anak Usia Dini Ikut Kegiatan Edukatif dan Aktivitas Fisik di Surabaya

Tren Mobil Hybrid Dorong Pertumbuhan Pasar Otomotif

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:48 WIB
header img
Penjualan mobil hybrid melonjak, konsumen mengutamakan irit dan praktis. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren kendaraan hybrid di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di tengah perlambatan pasar otomotif nasional, mobil hybrid justru semakin diminati masyarakat karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengurangi fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) pada kuartal I 2026 mencapai 16.940 unit. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan juga terlihat secara konsisten setiap bulan. Distribusi kendaraan hybrid dari pabrik ke dealer tercatat sebanyak 4.195 unit pada Januari 2026, naik menjadi 5.798 unit pada Februari, dan kembali meningkat menjadi 6.947 unit pada Maret 2026.

Sejumlah model hybrid menjadi tulang punggung pertumbuhan pasar tersebut. Pada Maret 2026, Toyota Veloz HEV tercatat sebagai model hybrid terlaris dengan penjualan 2.325 unit, disusul Toyota Kijang Innova Zenix HEV sebanyak 1.617 unit dan Honda HR-V e:HEV sebanyak 998 unit.

Direktur Honda Surabaya Center (HSC), Wendy Miharja, mengatakan peningkatan minat terhadap kendaraan hybrid juga terlihat pada konsumen Honda, khususnya untuk model HR-V Hybrid. Menurutnya, kontribusi penjualan varian hybrid pada model tersebut terus menunjukkan angka yang signifikan.

“Kalau pasar hybrid meningkat, di kami sendiri varian tertentu seperti HR-V Hybrid tahun lalu kontribusinya mencapai 64 persen. Tahun ini masih berada di kisaran 50 persen, jadi penjualan varian hybrid dan non-hybrid hampir seimbang,” ujar Wendy, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan hybrid adalah efisiensi konsumsi bahan bakar yang lebih baik dibanding kendaraan konvensional.

Selain itu, pengguna tidak perlu mengandalkan stasiun pengisian daya seperti pada kendaraan listrik murni karena sistem hybrid tetap menggunakan bahan bakar sebagai sumber energi utama yang didukung motor listrik dan baterai.

“Dengan teknologi hybrid terbaru, kendaraan menjadi lebih hemat bahan bakar. Masyarakat juga merasa lebih fleksibel karena tidak perlu khawatir soal pengisian daya baterai. Saat bahan bakar habis tinggal mengisi bensin seperti biasa, sementara sistem hybrid membantu meningkatkan efisiensi,” katanya.

Menurut Wendy, kepraktisan tersebut menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota atau menempuh jarak jauh.

Di tengah kondisi pasar kendaraan penumpang yang masih menghadapi tekanan, ia optimistis segmen hybrid akan terus tumbuh dan menjadi salah satu motor penggerak industri otomotif nasional.

Sementara itu, Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menilai prospek industri otomotif nasional pada 2026 masih cukup positif meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Kita harus optimistis. Kalau melihat capaian sampai April, penjualan kendaraan secara umum masih menunjukkan tren positif. Momentum ini harus terus dijaga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut