get app
inews
Aa Text
Read Next : Peran Penting Garam dalam Tumbuh Kembang Anak, Salah Produk Bisa Akibatkan Stunting Anak

Langkah Kecil dari Bidara Cina, Upaya Cegah Stunting Sejak dari Keluarga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:54 WIB
header img
Perkuat keluarga dan kader, Bidara Cina membangun gerakan cegah stunting. (Foto : istimewa).

JAKARTA, iNewsSurabaya.id — Pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan langkah besar. Di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta, upaya tersebut dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat anak.

Pendampingan orang tua, peran kader, pemantauan tumbuh kembang, hingga kepedulian masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Langkah ini diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Bidara Cina Tangguh: Pencegahan dan Penurunan Risiko Stunting” yang dijalankan PT Inspeksi Sertifikasi dan Surveyor Indonesia (Persero) atau IDSurvey.

Program yang dimulai sejak Juli 2026 ini menyasar keluarga dengan anak yang membutuhkan perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Pelaksanaannya melibatkan keluarga sasaran, kader Posyandu dan PKK, serta pemangku kepentingan di tingkat kelurahan.

Chief Financial Officer IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Keluarga dan komunitas, kata dia, memiliki peran penting karena menjadi lingkungan terdekat anak.

“Upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama keluarga dan komunitas sebagai lingkungan terdekat anak,” ujar Sinung, Selasa (18/8/2026).

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan. Edukasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas keluarga dan kader juga menjadi bagian utama program.

Program diawali dengan pemetaan kondisi di lapangan. IDSurvey berkoordinasi dengan Kelurahan Bidara Cina dan sejumlah pemangku kepentingan setempat. Tahap awal meliputi baseline assessment, pemetaan keluarga dan kader, serta kunjungan rumah.

Dari proses tersebut, teridentifikasi 10 balita dengan kondisi stunting. Sebanyak 16 kader Posyandu dan PKK kemudian ditetapkan sebagai pendamping keluarga sasaran.

Kader memiliki peran penting dalam program tersebut. Mereka membantu memberikan edukasi sekaligus menjadi penghubung antara keluarga dan lingkungan masyarakat.

Pada fase pertama yang berlangsung hingga 10 Agustus 2026, sosialisasi program diikuti 37 peserta. Memasuki fase kedua, pendampingan dilakukan secara lebih intensif. Salah satunya melalui pemberian makanan tambahan (PMT).

PMT direncanakan diberikan setiap hari selama tiga bulan. Pemberian tersebut disertai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Keluarga juga mendapatkan edukasi. Sementara kader memperoleh pembekalan dan pendampingan agar dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat penanganan stunting tidak berhenti pada bantuan jangka pendek. Keluarga didorong memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan gizi serta memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.

“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mencegah stunting,” kata Sinung.

Menurut dia, keberlanjutan menjadi bagian penting dari program tersebut. Penguatan kapasitas keluarga dan kader diharapkan membuat upaya pencegahan tetap berjalan setelah program berakhir.

Program “Bidara Cina Tangguh” tidak hanya menitikberatkan pada intervensi kesehatan. Pola asuh, pemenuhan kebutuhan anak, pengetahuan keluarga, dan dukungan lingkungan juga menjadi bagian penting.

Kader Posyandu dan PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga. Pendampingan yang konsisten diharapkan membuat keluarga lebih peka terhadap perubahan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas, program tersebut diharapkan memperkuat ketahanan keluarga. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tumbuh kembang anak juga diharapkan semakin meningkat.

Bagi anak-anak di Bidara Cina, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih sehat. Program ini sekaligus menjadi kontribusi IDSurvey dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut