get app
inews
Aa Text
Read Next : Pendeta di Surabaya Dilaporkan Terkait Dana Gereja, Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Penyalahgunaan

Kinerja 2025 Solid, Bank Jatim Bukukan Laba Rp1,54 Triliun

Selasa, 31 Maret 2026 | 07:22 WIB
header img
Bank Jatim menggelar Paparan Publik Kinerja Keuangan Tahun Buku 2025 di Jakarta. Foto : istimewa.

JAKARTA, iNewsSurabaya.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) selama tahun 2025 berhasil membukukan laba bersih Rp1,54 triliun atau naik 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Total aset Bank Jatim (bank only) pada 2025 tercatat sebesar Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen secara tahunan (year on year/YoY). Penyaluran kredit mencapai Rp67,2 triliun atau meningkat 4,98 persen YoY.

Komposisi kredit tersebut didominasi oleh kredit konsumer sebesar Rp36,54 triliun atau tumbuh 6,20 persen YoY, serta kredit produktif sebesar Rp30,7 triliun yang meningkat 3,55 persen YoY.

Dari sisi pendanaan, fokus perusahaan pada peningkatan dana murah menunjukkan hasil positif. Giro tercatat sebesar Rp21,4 triliun atau tumbuh 12,5 persen YoY. Jumlah nasabah DPK juga meningkat 5,64 persen menjadi 10,9 juta nasabah.

Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif. Total aset meningkat 42,93 persen YoY menjadi Rp168,85 triliun. Penyaluran kredit tumbuh 46,65 persen menjadi Rp110,5 triliun, sementara laba bersih naik 24,80 persen menjadi Rp1,61 triliun.

“Capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang kuat serta efektivitas strategi dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Bank Jatim Winardi dalam Paparan Publik Kinerja Keuangan Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Winardi Legowo menjelaskan, sepanjang 2025 manajemen telah menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja bisnis dan keuangan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Beberapa strategi tersebut antara lain menjaga keseimbangan pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) dengan meningkatkan porsi dana murah (CASA), penerbitan obligasi untuk memperkuat sumber pendanaan jangka panjang, serta penyaluran kredit secara selektif pada sektor-sektor prospektif.

Selain itu, Bank Jatim juga memperkuat penetrasi kredit konsumer, meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pendapatan berbasis komisi melalui digitalisasi transaksi, serta memperketat pengendalian kualitas aset sesuai dengan risk appetite.

“Untuk mendukung visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia, kami melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi, serta sinergi Kelompok Usaha Bank,” ujar Winardi.

Dalam upaya menjaga kualitas aset, bank pelat merah tersebut melakukan berbagai langkah, termasuk hapus buku kredit sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6 persen atau setara Rp192 miliar, serta restrukturisasi kredit sebesar Rp4,17 triliun.

Perseroan juga melakukan intensifikasi penagihan, memberikan relaksasi bunga dan denda, serta meningkatkan fleksibilitas penyelesaian agunan guna mempercepat penyelesaian kredit bermasalah.

“Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin, baik mingguan maupun bulanan, langsung di bawah pengawasan direksi,” imbuhnya.

Di sisi penguatan grup usaha, pada 2025 Bank Jatim resmi menjadi induk bagi lima Bank Pembangunan Daerah, yakni Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. “Pada 2026, kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis, keuangan, dan fungsi pendukung lainnya,” ujar Winardi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut