FIFA dan PSSI Sambangi Persebaya Future Lab, Intip Sistem Pembinaan Pemain Muda di Surabaya
Menurut dia, pengamatan langsung di lapangan diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan program pembinaan di setiap klub, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan pemain.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana setiap klub menjalankan programnya, bagaimana sistem pembinaan mereka bekerja, serta berbagai upaya positif yang telah dilakukan untuk mengembangkan sepak bola,” jelasnya.
Kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada klub profesional. Keberadaan klub amatir dan kompetisi lokal juga menjadi bagian penting dalam pemetaan perkembangan sepak bola nasional.
Melalui pendekatan tersebut, FIFA dan PSSI dapat memahami bagaimana pembinaan berjalan di tingkat akar rumput, termasuk kebutuhan klub dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pemain muda.
Gambaran kondisi di lapangan menjadi salah satu aspek penting untuk merumuskan arah pengembangan sepak bola jangka panjang. Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri sehingga program pembinaan perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata klub dan pemain.
Selain akademi, kompetisi memiliki peran besar dalam membentuk pemain sepak bola yang siap menghadapi persaingan. Latihan membantu pemain meningkatkan kemampuan teknis, sedangkan pertandingan menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam situasi nyata.
Dalam konteks ini, Liga Persebaya menjadi salah satu wadah bagi pemain muda untuk berkembang melalui pertandingan yang terorganisasi. Kompetisi juga memberikan pengalaman menghadapi tekanan, membaca permainan, mengambil keputusan, dan bekerja sama dengan rekan setim.
Kesempatan bertanding secara konsisten menjadi bagian penting dari proses regenerasi. Pemain yang memiliki potensi membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuannya, bukan hanya dalam sesi latihan, tetapi juga ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki karakter permainan berbeda.
Karena itu, kesinambungan antara akademi, kompetisi amatir, dan klub profesional menjadi tantangan sekaligus kebutuhan dalam membangun sistem pembinaan yang kuat.
Kunjungan FIFA dan PSSI ke Persebaya Future Lab memberikan ruang untuk melihat bagaimana unsur-unsur tersebut berjalan di tingkat klub. Pengalaman Persebaya dalam mengembangkan pembinaan dan kompetisi amatir menjadi bagian dari gambaran ekosistem sepak bola yang ingin dipahami secara lebih menyeluruh.
Ke depan, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari federasi, klub profesional, akademi, hingga penyelenggara kompetisi amatir, dibutuhkan untuk memperkuat jalur perkembangan pemain muda Indonesia.
Penguatan sistem pembinaan sejak usia dini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta daerah untuk berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan kompetisi yang berkesinambungan dan program pembinaan yang terarah, regenerasi pemain dapat menjadi fondasi penting bagi kemajuan sepak bola nasional.
Editor: Arif Ardliyanto